PEKANBARU. PESISIRNEWS.com- Titik panas di Provinsi Riau terus bermunculan selama perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah. Kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini sedikitnya sudah menghanguskan 848 hektar.
"Satuan Tugas Darat melaporkan 848 hektar telah terbakar. Tapu di lapangan, wilayah yang terbakar bisa lebih luas karena banyak daerah terbakar jauh dari aksesibilitas sehingga luas persisnya tidak terhitung," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, seperti dikutip Antara, Rabu (30/7).
Pemprov Riau hingga kini masih menetetapkan status Siaga Asap akibat banyaknya pembakaran lahan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang tidak bertanggung jawab. Titik panas (hotspot) di Riau sampai Selasa kemarin terdeteksi 143 titik.
Distribusi hotspot paling banyak di Kabupaten Rokan Hilir 46 titik, Bengkalis 24 titik, Dumai 35 titik, Indragiri Hilir enam titik, Indragiri Hulu tiga titik, Kampar dua titik, Kuantan Singingi tujuh, dan Pelalawan 10 titik.
"Jarak pandang di Dumai dan Pelalawan pendek karena tertutup asap pada pagi hari," kata Sutopo.
Menurut Sutopo, Satgas udara masih terus mengoperasikan helikopter untuk menjatuhkan bom air (water bombing) dan modifikasi cuaca untuk hujan buatan.
Upaya pemadaman tersebut dikombinasikan dengan pasukan Satgas Darat yang didukung ratusan personil. Pasukan darat terdiri dari 100 personil TNI AD, 100 personil TNI AU, dan 500 personil Polri.
Sutopo mengemukakan, ratusan personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan relawan juga ikut memadamkan api.
Setelah selesai merayakan Lebaran, aparat dari Brimob Polda Riau, Polres dan Manggala Agni langsung melakukan pemadaman di beberapa titik. "Water canon" Polres Indragiri Hilir digunakan untuk memadamkan api karena terbatasnya air. sanyangi.com