Belajar, Belajar, dan Belajar Sayangi Hutan

- Sabtu, 19 Juli 2014 14:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir072014/1405758587hariansib_-Tersangka-Kasus-Pembakaran-Hutan-di-Riau-Jadi-75-Orang.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Belajar, Belajar, dan Belajar Sayangi Hutan

PESISIRNEWS.com- Sebuah riset tahun 2004 yang dilakukan oleh Bank Dunia mengemukakan bahwa lebih dari 1,2 miliar orang di dunia bergantung pada hutan sebagai mata pencaharian. Apa pasal? Tentu karena hutan dinilai telah memenuhi keperluan kayu bakar bagi sepertiga penduduk dunia untuk memasak dan menghangatkan rumah mereka.

Dari data yang dikelola PBB, produk hasil hutan sanggup menyumbang hampir US$468 miliar per tahun terhadap ekonomi global. Sementara di negeri tercinta ini, berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tahun 2009, terdapat 48 juta orang yang hidupnya bergantung pada hutan.

Dari sisi luasan, Kemenhut pada 2011 pernah mencatat luasan hutan Indonesia sekitar 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia. Sungguh, separuh dari luas wilayah negeri ini di kelilingi hutan. Namun ironisnya, pembalakan hutan dan kebakaran hutan terus terjadi.

Kebakaran dan Pembalakan

Pastinya kita masih mengingat kejadian pada awal Maret lalu di Riau, tepatnya di cagar biosfer Giam Siak Kecil, yakni kebakaran hutan dan lahan gambut. Kebakaran yang terjadi sejak akhir Februari lalu memaksa Pemerintah Provinsi Riau menerapkan status tanggap darurat lebih dari sebulan.

Sebagian area hutan gambut di cagar biosfer Giam Siak Kecil terbakar setelah titik api muncul dari wilayah terbuka di sebelah utara dan selatan.

Seperti yang terjadi sebelumnya, sekitar setengah dari kebakaran tersebut berlangsung di lahan yang dikelola oleh perusahaan tanaman industri, kelapa sawit, serta kayu.

Tak hanya kasus kebakaran hutan saja yang mencekik kelangsungan hutan. Namun penebangan liar pun menjadi isu krusial. Bagaimana tidak, Indonesia menjadi jawara bertahan setelah Brazil dalam deforestasi atau penebangan hutan tertinggi di dunia.

Pernyataan itu dikuatkan dalam jurnal Nature Climate Change yang menuding ulah masyarakat negeri ini tentang penebangan hutan yang berimbas pada ancaman keanekaragaman hayati dan spesies langka dan pemanasan global.

Berdasarkan pemberitaan di beberepa media massa, pada tahun 2012 saja kerusakan hutan Indonesia akibat kegiatan illegal logging maupun illegal mining semakin luas. Sampai tahun 2012, dari 130,68 juta hektar hutan nasional, 41 juta hektar hutan menjadi gundul. Akibat dari illlegal logging alias pembalakan liar saja negara ditaksir mengalami kerugian triliunan rupiah.

“Di delapan provinsi saja sejak 2004-2012 terjadi 2.494 kasus pembalakan liar untuk lahan perkebunan dan pertambangan ilegal. Akibat illegal logging saja negara berpotensi merugi  Rp 276,4 triliun,” kata Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Darori.

Moratorium Percuma

Meskipun pemerintah Indonesia menyatakan moratorium atau penanggulangan penebangan hutan pada Mei 2011, namun menurut peneliti dari University of Maryland, Matthew Hansen yang dilansir dari Mashable, tindakan itu tidak terlalu berpengaruh.

Sejak 2000 hingga 2012, hutan utama di Indonesia telah hilang sebanyak 6.020.000 hektare per tahun. Dalam catatan pemerintah dari Kemenhut, penurunan hutan telah mencapai 0,4 juta hektar per tahun pada 2009-2011.

Namun, menariknya hasil catatan pemerintah negeri ini nampaknya ditepis oleh Hansen. Penelitian versi Hansen menemukan jumlahnya lebih besar daripada itu, sekitar 0,84 hektare per tahun pada 2012.

Jika penelitian yang dilakukan oleh Hansen benar adanya, miris negeri ini memperlakukan hutan. Lalu sampai kapan negeri ini mencampakkan keberadaan hutan yang memiliki andil bagi kita? Belajarlah untuk menyayangi hutan.

(Foto: hariansib.co)

Berita Terkait

Lingkungan

Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Koordinasi Pendataan Lahan Jagung

Lingkungan

Ketua Tp PKK inhil Katerina Susanti Herman Gelar Giat Layanan Gelar Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Lingkungan

Bupati inhil Buka Workshop Dalam Rangka Hari Bhakti dokter Indonesia

Lingkungan

Pemkab Inhil Raih WTP Ke-10, Wabup Yuliantini Ajak ASN Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

Lingkungan

Bupati inhil Dukung Reformasi Agraria

Lingkungan

Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan