RUPAT,PESISISIR NEWS.com - Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan hutan Kali ini kebakaran terjadi di perbatasan kelurahan Batu panjang dengan kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat yang menghanguskan 30 hektar lahan perkebunan serta lahan kosong.Kebakaran hebat itu terjadi sejak Senin (16/6/2014) pagi yang diduga akibat land clearing atau pembersihan lahan sehingga api terus menjalar dari kelurahan Terkul menuju kelurahan Batu panjang,
Pantauan pesisir news , Senin (16/6/2014) sore Jam 18.00 wib Kalpolsek Rupat AKP Jasri Tambing ditempat posko peristrahatnya setelah 9 jam berada di hutan dengan anggota Polsek Rupat dan dibantu anggota Polres Bengkalis yang terdiri dari 10 orang dan ia membenarkan adanya kebakaran yang menghanguskan sekitar 30-an hektar lahan. Kesemua lahan itu merupakan lahan perkebunan serta lahan kosong atau belukar yang akan dibuka menjadi areal perkebunan dengan cara melakukan pembakaran.
'Karhutla itu awalnya terjadi di kelurahan Terkul. Kemudian karena cuaca panas dan terik pada sabtu lalu serta tiupan angin, api terus merengsek menuju kawasan lainnya di perbatasan kedua kelurahan tersebut. Akibat pengaruh cuaca,api menyeberang ke kelurahan Batupanjang dan membakar lahan milik masyarakat ,' terang Jasri
Upaya pemadaman yang dilakukan pihaknya dengan menerjunkan regu pemadam kebakaran (regdam) anggota perusahaan yang ada di kecamatan Rupat ke tempat kejadian. Petugas yang diterjunkan ke lokasi kebakaran, pada Senin tersebut cukup kewalahan memadamkan api, dikarenakan cuaca yang panas dan angin yang berputar sehingga api terus meluas.
Kendala lain yang dihadapi sambung Jasri, pada saat pemadaman petugas juga mengalami kesulitan ke lokasi, karena jalan yang harus ditempuh nyaris tidak ada. Kesulitan lain adalah tidak adanya air disekitar lokasi kebakaran, sehingga petugas harus menggali tanah untyuk mendapaykan air , serta parit-parit di tempat kejadian juga sudah tidak ada air karena musim kemarau.
'Sampai tadi malam (Senin malam kemarin, red) api masih terus menyala di perbatasan kedua kelurahan tersebut. Kita sudah berupaya maksimal memadamkan si jago merah, tapi cuaca panas, angin puting(berputar), tidak adanya air dan lokasi kebakaran di tengah belukar tanpa jalan menyebabkan api sulit dipadamkan,' tukas Jasri
Pihak Kalpolsek Rupat dan Damker terus mensiagakan petugas ke lokasi karena masih ada sejumlah lahan yang terbakar. Walau jumlah areal yang terbakar sudah berkurang, namun api diperkirakan masih terus hidup di dalam lahan gambut tebal. Dampak dari karhutla tersebut, belum menimbulkan kabut asap tebal diwilayah kecamatamn Rupat.”(Budi)