BENGKALIS, BP– Kegiatan sosialisasi pembinaan kelompok masyarakat peduli lingkungan yang ditaja oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupten Bengkalis, Rabu (1/10/14) dilaksanakan di Desa Sebauk Kecamatan Bengkalis, dimana diikuti 2 kelompok masyarakat yaitu KEMPAS (Kelompok Masyarakat Peduli Alam Sekitar) Desa Sebauk yang diketuai Zakaria dan Kelompok KEDABU Desa Penebal diketuai oleh Kaharudin, Kepala Desa Sebauk beserta perangkat, Dinas Perikanan dan Kelautan, Pengurus Bahtera Melayu, dan Tokoh Masyarakat.Kabid Pelestarian dan Pengembangan Lingkungan BLH Kab. Bengkalis Drs. Zakaria Bakar, MH dalam kegiatan sosialisasi tersebut memaparkan potensi budi daya mangrove dan turunannya bagi pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi kerakyatan secara riil bagi masyarakat.Secara bersama peserta sosialisasi tersebut turun ke tepi pantai untuk melakukan penanaman mangrove (tanaman bakau) secara simbolis, dari hasil pantauan saat kegiatan , terlihat hamparan luas tanaman bakau yang memiliki umur lebih dari 2 tahun yang tertanam rapat dan tertata berhasil meminimalisir tingkat abrasi pantai, ini membuktikan bahwasanya tingkat peduli lingkungan di Desa Sebauk sangat tinggi. Kegiatan yang dilakukan oleh BLH Kabupaten Bengkalis di Desa Sebauk ini merupakan langkah awal penciptaan sinergisitas program secara terpadu antar Instansi terkait di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis dalam meningkatkan partisipasi kelompok peduli lingkungan yang mengarah pada peningkatan pendapatan masyarakat secara riil dengan konsep Budi Daya Mangroove dan Turunannya (budi daya ketam, bongan, sepetang dan lainnya).Hal ini ditegaskan penasehat KEMPAS Desa Sebauk Sopian saat wawancara dengan watawan, Rabu (1/10/14), “ Keberhasilan Program penyelamatan lingkungan di Desa Sebauk ini adalah murni Swadaya Masyarakat yang secara riil telah berhasil meminimalisir tingkat abrasi pantai Sebauk”.“ Penataan penanaman bakau dan budi daya turunannya yang telah dilakukan selama ini, telah dibuatkan oleh KEMPAS dalam bentuk masterplan dan maket plannya secara swadaya, yang merupakan dasar gerak dalam mensinergikan gerak penyelamatan lingkungan, edukasi lingkungan, penciptaan ekowisata, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan secara riil, yang akan diusulkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis “, tambahnya. Apresiasi terhadap tingginya tingkat partisipasi masyarakat tersebut disampaikan Kepala Desa Sebauk Meftahuddin saat wawancara setelah acara penanaman Mangroove, “ Kegiatan pelestarian lingkungan pantai di Desa Sebauk dengan pengembangan tanaman bakau pola swadaya oleh masyarakat telah berlangsung selama 8 tahun, tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi adalah kunci keberhasilan program penyelematan lingkungan di Desa Sebauk“.“ Semoga Pemerintah Daaerah Kabupaten Bengkalis dapat mewujudkan usulan program yang telah diusulkan Desa Sebauk untuk penyelematan lingkungan dan turunannya tahun 2015 “ harapnya. (yee)