MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Lari di atas tual sagu yang berasal dari Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan satu-satunya tradisi unik di dunia, dan akan diusulkan menjadi agenda wisata Provinsi Riau.Tidak hanya Tour de Siak (Siak), Pacu Jalu (Kuansing), Wisata Ombak Bono (Pelalawan), dan Bakar Tongkang (Rohil), namun "Lari di Atas Tual Sagu" akan menjadi ivent nasional dan internasional.Hal ini disampaikan, Ketua Sanggar Bathin Galang, Sopandi S.Sos, Kamis (7/5/2015), yang menjadi penggagas terciptanya lomba lari di atas tual sagu. Dikatakan Sopandi juga, lomba lari di atas tual sagi ini biasanya dilaksanakan untuk tingkat kabupaten, untuk kedepannya diharapkan bisa menjadi lomba dan agenda wisata tingkat Provinsi Riau, dan mudah-mudahan sampai ke tingkat Nasional."Diharapkan, untuk tahun berikutnya lari di atas tual sagu ini bisa menjadi agenda wisata tingkat Provinsi Riau, dan sampai ke tingkat Nasional," ucap Sopandi.Tidak hanya itu, sambungnya, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengusulkan ivent lari di tas tual sagu ini ke Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) yang menaungi wilayah riau, untuk dijadikan sebgai salah satu cagar budaya Indonesia."Namun sampai saat ini belum terwujudnya usulan tersebut, jangan sampai diambil orang lain, suatu saat akan menjadi brand dan ikon Kepulauan Meranti yang mengimplementasikan tradisi budaya masyarakat setempat," bebernya.Meski begitu, Sopandi tidak putus asa mengusulkan ke depan supaya dapat dijadikan ivent icon kearifan destinasi wisata setempat yang diakui BPNB, masuk salah satu ivent wisata Provinsi Riau, maupun tingkat Nasional.Sementara itu, Suherman (34) salah seorang tokoh masyarakat setempat, sangat mendukung penuh langkah Sopandi, agar lomba lari di atas tual sagu dapat dijadikan sebagai brand dan ikon Kepulauan Meranti."Kami sangat mendukung penuh langkah Sopandi, untuk menjadikan brand dan ikon Kepulauan Meranti, dan bagaimana pun ini merupakan kekayaan budaya bersama," ujarnya. (Adi)