Geng Cewek Diringkus Usai Keroyok Korban, Ternyata Pelajar dan Janda Muda

- Sabtu, 24 November 2018 09:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112018/pesisirnews_Geng-Cewek-Diringkus-Usai-Keroyok-Korban--Ternyata-Pelajar-dan-Janda-Muda.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Pojoksatu.id

Pesisirnews.com - Fakta baru terungkap dari aksi perkelahian remaja cewek yang di Jalan Jukut Paku, Desa Singakerta, Ubud, Bali, Sabtu (17/11) pukul 14.00.

Fakta itu terungkap setelah penyidik Polsek Ubud melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap dua anggot geng cewek yang diduga sebagai pelaku.

Dua orang terduga pelaku itu yakni AS (16), pelajar SMK asal Tampak Siring, dan ID (18) wanita muda asal Blahbatu Gianyar.

Kedua terduga pelaku diperiksa polisi pada tanggal 20 November 2018 di Mapolsek Ubud. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa ID adalah seorang janda muda. ID memiliki seorang anak. ID menikah di usia yang sangat muda.

"Ya, janda, anak 1 memang benar. Status perkawinan sah secara adat," kata Kanitreskrim Polsek Ubud Iptu I Dewa Made Pramantara seizin Kapolsek Ubud Kompol Made Raka Sugita, Jumat (23/11) siang.

Menurut Iptu Pramantara, kejadian yang sempat menggegerkan warganet pasca tersebarnya video ini bermula dari percekcokan antara korban berinisial DPS, dan terduga pelaku AS. Keduanya saling tantang di media sosial.

"Bermula dari saling tantang di chat, akhirnya mereka sepakat untuk bertemu," tambah Iptu Pramantara.

Pertemuan keduanya terjadi Sabtu (17/11) lalu di Banjar Jukut Paku, Singakerta, Ubud. Saat pertemuan keduanya itu, terduga pelaku AS mengajak pelaku lain, yakni ID.

"AS mungkin mengira bahwa korban akan mengajak beberapa temannya. Takut terjadinya hal itu, AS kemudian mengajak ID untuk bertemu korban hingga terjadilah permasalahan itu," tambahnya.

Pertikaian itu pun terjadi. Korban bertubi-tubi mendapatkan kekerasan fisik dari para pelaku. Sementara beberapa orang di sekitar yang melihat hal itu tidak melerainya.

Kasus ini sampai ke tangan polisi setelah pada Minggu (18/11) korban melapor ke Polsek Ubud.

Berdasar hasil penyelidikan sementara, kasus penganiayaan ini berawal karena rebutan cowok.

"Sebenarnya masalah itu sudah sempat diselesaikan antara mereka. Tapi setelah itu, terus cekcok di media sosial," ujar Kapolsek Ubud Kompol Made Raka Sugita, Rabu (21/11) siang.

"Penganiayaan itu terjadi Sabtu (17/11) di Banjar Jukut Paku Singakerta, Ubud," tambah Kompol Raka Sugita.

Sebelumnya video berdurasi kurang lebih 1 menit telah beredar luas di media sosial facebook dan instagram.

Dalam video itu, terlihat seorang remaja wanita berbaju hitam, mengenakan rok dianiaya oleh seorang remaja wanita berbaju merah.

Korban dipukuli di bagian muka. Terduga pelaku juga mendaratkan tendangan ke tubuh korban hingga beberapa kali jambakan pada rambut.

Berikut video detik-detik geng cewek keroyok remaja wanita di Bali:

Sumber Pojoksatu.id 


Tag:

Berita Terkait

Berita

Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan

Berita

Polsek Kempas Tangkap Pelaku Pengeroyokan dan Pembacokan di Sungai Gantang, Satu DPO Masih Diburu

Berita

Pengungkapan Kasus Pengeroyokan,2 Pemuda Diringkus Polisi

Berita

POLSEK TEMBILAHAN HULU BERHASIL UNGKAP KASUS PENGEROYOKAN TERHADAP ANAK, DUA PELAKU DITANGKAP

Berita

Polres Inhil Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan di Tembilahan, Korban Alami Luka Bacok di Kepala

Berita

Viral Dimedia Sosial Kisah Suami Tak Sadar Nikahi Nenek Nenek