Viral Aksi Ceplas-ceplos Bocah STM Kritik DPR Diganjar Uang dan Vespa, Fahri Hamzah Ngakak Disindir!

- Senin, 03 September 2018 18:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092018/pesisirnews_Viral-Aksi-Ceplas-ceplos-Bocah-STM-Kritik-DPR-Diganjar-Uang-dan-Vespa--Fahri-Hamzah-Ngakak-Disindir-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Tribunjatim.com

Pesisirnews.com - Seorang bocah dengan berani kritik anggota DPR, diganjar beragam hadiah dan motor Vespa.

DPR mengadakan berbagai lomba bertema "Kritik DPR", dalam rangka ulang tahun ke-73.

Acara itu digelar di Gedung Nusantara III DPR RI, Rabu (29/8/2018) lalu. 

Lomba ini ada tiga kategori, yakni esai, meme, dan stand up comedy.

Nah, di kategori stand up comedy, seorang peserta menjadi sorotan atas penampilannya di panggung.

Peserta tersebut bernama Aji Pratama.

Mengaku lulusan STM, Aji merasa sama seperti anggota DPR RI.

Dia mengatakan, semasa sekolah dia adalah satu di antara pelajar yang nakal.

"Ya seperti murid nakal pada umumnya, bolos, tidur di kelas, korupsi duit SPP."

"Dan setelah lulus aku ikut kritik DPR? Hahaha disuruh kritik diri sendiri," kata Aji yang disambut gemuruh tawa penonton.

"Ya gimana, aku sama DPR itu sama. Kita ini satu passion, Pak, satu lifestyle. Pokoknya kalian itu panutanku lah," kata Aji.

Beberapa anggota DPR yang berada di kursi penonton terlihat kegirangan tepuk tangan.

Bocah STM II Palembang, Sumatera Selatan, ini berhasil membuat Fahri Hamzah Cs terpingkal-pingkal.

Delapan menit aksinya di panggung lomba Kritik DPR menyita perhatian publik.

Video Aji Pratama viral dan telah disaksikan oleh jutaan orang.

Komika yang masih muda ini tak canggung untuk melawak di depan para politisi terkenal seperti Bambang Soesatyo, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah.

Dalam materi stand up comedy-nya yang menyita perhatian wargent, Aji mengungkapkan ada empat persamaan-persamaan dirinya dengan anggota-anggota DPR.

Dilansir TribunJatim.com dari Tribun Jateng, berikut empat persamaan Aji dan anggota DPR.

1. Korupsi

"Oknum DPR ada yang korupsi, aku juga korupsi. Korupsi duit SPP. Cuma bedanya kalau ketahuan, DPR kalau ketahuan korupsi dipenjara, enak."

"Aku waktu itu pernah ketahuan korupsi duit SPP, Rp 100 ribu, digesperin sampai nangis."

"Ya nggak adil, aku ini (korupsi) Rp 100 ribu. Digesperin, pedih. DPR? Korupsinya sampai miliaran, ya harusnya lebih dari itu dong."

"Kalau suatu saat aku jadi presiden nih. Ini kalau aku jadi presiden terus ada DPR yang ketahuan korupsi, hukumannya sama. Digesperin seluruh rakyat Indonesia," kata Aji.

Penonton dibuat tertawa, bahkan Fahri Hamzah terlihat tepuk tangan girang mendengar komedi Aji.

"Itu kalau DPR digesperin seluruh rakyat Indonesia, balik-balik badannya merah semua. Kaya plat nomor mobil dinas."

"Ya tapi meskipun nanti DPR digesperin, aku nggak mau ikut. Aku nggak punya gesper, ini saja pakai tali. Jadi tolong Pak menangin Pak, mau beli gesper Crocodile."

2. Tidur

"Ada juga oknum DPR yang suka tidur waktu rapat. Aku juga suka tidur di kelas. Cuma kalau aku tidur di kelas suka ileran ya."

"Nah, aku nggak tahu DPR kalau tidur di gedung DPR ileran atau nggak? Ya aku penasaran saja gitu, apa rasa iler DPR semanis janji-janjinya?"

Sontak candaan yang dilempar Aji membuat suasana lomba stand up comedy , riuh.

"Aku itu kalau tidur di kelas karena malamnya begadang, nongkrong lah sama teman-teman, biasa."

"DPR ngapain kalau begadang? Ngeronda? Aku nggak kebayang kalau di kampung aku ngerondanya Pak Setnov."

"Malam-malam Pak Setnov bawa besi panjang buat mukulin tiang listrik, mana tiang listrik yang dia tabrak lagi."

"Itu Pak Setnov gebukin tiang listrik yang dia tabrak, emosi itu. 'Dasar kamu, gara-gara kamu nih saya benjol, benjol segede bakpao lagi'."

3. Bolos

"Terus aku pernah lihat sidang paripurna di TV, nggak sengaja aku lihatnya. Banyak yang bolos, terus aku mikir, ini DPR bolos kemana? Rental PS? Ngapain DPR ke rental PS? Mending beli PS nya."

"Terus aku penasaran cara DPR bolos."

Aji lalu mencontohkan cara bolos DPR ala siswa STM.

"Misalnya lagi mau rapat, Pak Fahri Hamzah ngajak Pak Fadli Zon bolos."

"Fahri Hamzah: Zon, malas nih rapat, cabut yuk ke warnet"

"Fadli Zon: Ga ah ke warnet sama kamu twitteran terus"

"Fahri meyakinkan lagi. Akhirnya mereka bolos."

"Sebelum bolos mereka lepas seragam dulu biar nggak ditangkap Satpol PP."

"Manjat pagar, terus mampir warung beli rokok Samsu sama teh gelas."

4. Suap

"Terus terakhir ada DPR yang melakukan kasus suap. Aku pernah kejadian, ketahuan rokok sama adik aku. Biar nggak dilaporin, aku kasih Rp 5.000, ternyata masih diaduin."

"Karena aku DPR dan aku cinta Orde Baru. Jadi paginya adik aku ngaku, malamnya dia hilang."

Lagi-lagi penonton langsung riuh, tepuk tangan dan tawa membuat suasana semakin meriah.

TribunJatim.com mengutip Bangka Pos, aksi Aji Pratama yang ceplas-ceplos mengkritik DPR ternyata mengantarkannya jadi juara.

Tak hanya mejuarai lomba stand up comedy, setelah para juri berembug, Aji Pratama terpilih sebagai best of the bestdari keseluruhan lomba Kritik DPR!

Ia pun berhak mendapatkan hadiah sepeda motor Vespa. 

Total hadiah lomba ini ternyata masih bertambah.

Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menambahkan hadiah Rp20 juta dari kocek pribadinya.

Tak mau ketinggalan, anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun juga ikut menambahkan Rp20 juta.

Awalnya, total hadiah lomba stand up comedy sebesar Rp10 juta.

Sehingga kini totalnya Rp50 juta.

Menjadi juara, Aji Pratama juga mengungkapkan terima kasih karena anggota DPR RI mau dikritik.

"Dan terima kasih untuk para anggota dpr yang mau di kritik .

Mohon maaf kalo ada salah kata," katanya, melalui akun Instagram-nya.

Melansir laman resmi dpr.go.id, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menyampaikan, tradisi kritik yang lucu dan menghibur seperti stand up comedy bisa dilanjutkan. 

"Justru kami membutuhkan kritik, bukan anti kritik."

"Maka kami memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan kritiknya secara baik dan yang terbaik kami beri hadiah."

"Inilah the best of the best-nya, kami berikan hadiah sepeda motor Vespa," papar Bamsoet, sapaan akrabnya, usai penyerahan hadiah kepada para pemenang, di lobi Gedung Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

 "Kita menilai dari sisi-sisi yang berkaitan dengan kaidah stand up dan juga tema yang kita berikan."

"Selucu apapun kalau tidak ada yang tertawa berarti tidak lucu, itu indikator pertama buat kita."

"Stand up comey harus lucu, apapun isinya."

"Tidak hanya lucu yang kita nilai, tapi yang tidak lucu tidak kita nilai," kelakar Cak Lontong sebagai juri, dilansir TribunJatim.com dari Bangka Pos.

Menurut Pakar Ilmu Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Effendi Gazali yang juga juri ini menambahkan, dari kategori esai, antusias pengikutnya banyak sekali.

Ada sekitar seribu lebih pengirim, namun setelah diseleksi terpilih menjadi 25 kritik esai.

"Esai ini luar biasa banyak sekali seribu lebih, setelah diseleksi tinggal 25," ujarnya.

Selain Cak Lontong dan Effendi Gazali, Iwel Sastra juga menjadi juri dalam perlombaan tersebut.

Sumber Tribunjatim.com

Berita Terkait

Berita

Tak Berhenti pada Pengedar Kecil! Polsek Kateman Kembangkan Kasus hingga Ungkap Dugaan 2 Kg Sabu

Berita

Bupati Herman Turun Langsung Seleksi Calon Komisaris dan Direktur BUMD PT Kelapa Inhil Gemilang

Berita

Polda Riau Musnahkan 100,55 Kg Narkotika, 467 Ribu Jiwa Diperkirakan Terselamatkan

Berita

Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Lima Tersangka Ditangkap

Berita

Kapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik Sosial

Berita

Wakil Ketua II DPRD Inhil Asmadi SH Hadiri Tabliq Akbar Dalam Rangka Hari Santri 2026