VIDEO VIRAL Pernikahan Diobrak-abrik Mantan Pacar, Ayah Pengantin Pria Ungkap Fakta Sebenarnya

- Senin, 03 September 2018 09:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092018/pesisirnews_VIDEO-VIRAL-Pernikahan-Diobrak-abrik-Mantan-Pacar--Ayah-Pengantin-Pria-Ungkap-Fakta-Sebenarnya.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Tribun-timur.com

Pesisirnews.com - Video Viral Pernikahan Diobrak-abrik Mantan Pacar, Ayah Pengantin Pria Ungkap Fakta Sebenarnya

Video berjudul 'Pesta Pernikahan Di Obrak Abrik Oleh Sang Mantan' menjadi viral di Facebook.

Video yang diunggah akun Facebook Eris Riswandi, Sabtu (1/9/2018) itu sudah dibagikan ribuan kali.

Dalam postingan itu, Eris juga membagikan kisah di balik 3 video yang ia unggah itu.

"PESTA PERNIKAHAN DI OBRAK ABRIK OLEH SANG MANTAN.

Kejadian nya di Bumiaji, Batu, Malang. Katanya pengantin nya sampai pingsan melihat pesta pernikahan nya di obrak abrik sang Mantan pacar yang datang membawa teman teman nya bertampang preman.

Yang lebih memprihatinkan lagi, itu kan panggung dan kursi punya orang, barang sewaan semua, kalau rusak pihak pengantin harus ganti. Kasihan..,"

SURYA Malang menelusuri kebenaran video tersebut, berikut sejumlah fakta yang kami temukan di balik postingan tersebut.

1. Viral di Media Sosial

Postingan yang Eris Riswandi bagikan itu viral di media sosial.

Sampai dengan Sabtu malam, postingan ini sudah dibagikan sekitar 53.000 akun facebook.

Sejumlah netter atau netizen juga banyak mengomentari video berdasarkan sejumlah cerita yang Eris Riswandi ungkapkan.

Candra Wijaya Mantane ngetoro gak payu

Indah Sari Cewek akeh broooo ra trimo siji hilang satu tumbuh seribu iku jenenge pikirane sempiiiit

Santoso Santoso Apa gk ada keamananya bisa di obrak abrik

Uceng Dimarco Kurangnya prlajaran PMP.

2. Ada 3 video yang diunggah

Video pesta pernikahan diobrak-abrik oleh sang mantan yang menyebar di media sosial ada 3 buah.

Namun saat ditelusuri tribun-timur.com, Minggu (2/9/2019) vidro tersebut tak lagi bisa diakses.

"This Facebook post is no longer available. It may have been removed or the privacy settings of the post may have changed," demikian tertulis saat meng-klik postingan tersebut.

3. Terjadi di Kota Batu

Penelusuran Surya Malang, video merupakan pesta pernikahan pasangan Fakhruddin Hamzah dan Mira digelar di Dusun Durek RT 6 RW II Giripurno, Bumiaji, Kota Batu pada Kamis (30/8/2018).

"Memang benar ada keributan saat pernikahan anak laki-laki saya, yaitu Fachrudin Hamzah dan Amira Adelia. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (3/8/2018)," ujar Nuhadi kepada SURYAMALANG.COM.

Peristiwa itu terjadi sekitar satu jam mulai sekitar pukul 22.30 WIB.

Nuhadi (48) merupakan pemilik rumah tempat pernikahan tersebut. 

4. Kronologi 

Nuhadi menuturkan kericuhan berawal dari kedatangan Bayu dan Pram datang ke pernikahan tersebut.

Saat jalan bersama, mereka terperosok dari tangga.

"Saat itu mereka malah tertawa lepas."

"Tapi satu temannya yang jauh dari tempat mereka jatuh mengira jika keduanya jatuh karena didorong tamu undangan," bebernya.

Teman itu langsung melempar air meneral kepada orang yang ada di dekat temannya terjatuh.

Namun, orang yang dilempar tersebut membalas sehingga memicu terjadi keributan.

"Jadi tidak benar kalau keributan terjadi karena mantan pacar yang tidak terima. Itu salah besar."

"Tapi memang benar jika video itu memang terjadi di pernikahan anak saya," imbuhnya.

5. Tamu jadi Histeris

Kericuhan itu sempat membuat para tamu berhamburan dan teriak histeris.

Situasi itu membuat pengantin laki-laki kaget dan pingsan di tempat.

"Dia pingsan mungkin karena melihat kondisi kacau."

"Saat terbangun, Hamzah seperti kerasukan, dan teriak-teriak."

"Saat kerasukan itu, orang di dalam rumah semakin histeris dan ketakukan," tegasnya.

Kekacauan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Peristiwa itu tidak dilaporkan ke polisi.

"Kami juga baru tahu hari ini. Saya sudah kirim petugas ke lokasi."

"Kericuhan terjadi karena salah paham," AKP Anton Widodo, Kasat Reskrim Polres Batu kepada SURYAMALANG.COM. 

Sumber Tribun-timur.com/SuryaMalang.com

Berita Terkait

Berita

Polsek Tembilahan Hulu Hidupkan Magrib Mengaji, Ikhtiar Menjaga Generasi dari Pengaruh Negatif

Berita

Polres Inhil Bersama Forkopimda Tanam 5.000 Bibit Mangrove Serentak dan di 21 Polsek Jajaran Peringati Hari Mangrove Sedunia

Berita

Wakil Bupati Inhil Yuliantini Pimpin Rapat Persiapan 17 Agustus

Berita

Bupati Herman dan Forkopimda Tanam Mangrove di Sapat, Perkuat Benteng Pesisir Sekaligus Dorong Ekonomi Masyarakat

Berita

Bupati Inhil Ikuti Evaluasi SAKIP Bersama KemenPAN-RB, Perkuat Kinerja Pemerintah Daerah

Berita

Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung