Di Usia 11 Tahun Gadis Muda Ini Berhasil Membuat Aplikasi AI untuk Mendeteksi Penyakit Mata

- Minggu, 02 April 2023 09:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir042023/_4000_Di-Usia-11-Tahun-Gadis-Muda-Ini-Berhasil-Membuat-Aplikasi-AI-untuk-Mendeteksi-Penyakit-Mata.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Leena Rafaq, gadis muda asal Pakistan sukses mengembangkan aplikasi AI untuk mendeteksi penyakit mata. (Leena Rafeeq/ LinkedIn)

(Pesisirnews.com) - Seorang gadis muda berusia 11 tahun bernama Leena Rafaq, berhasil membuat aplikasi AI untuk mendeteksi penyakit mata dan kondisi lainnya melalui metode pemindaian unik menggunakan iPhone.

Rafaq menamai aplikasi tersebut "Ogler EyeScan" dan mulai mengembangkannya saat dia berusia 10 tahun.

Dilansir dari laporan NDTV via WION, Minggu, melalui akun LinkedIn pribadinya, gadis muda yang lahir di daerah kumuh di Pakistan ini mampu menciptakan aplikasi canggih tanpa bimbingan atau bantuan orangtua.

Dia mengembangkan teknologi ini secara mandiri dan menjelaskan cara kerja aplikasi tersebut bersama dengan demonstrasi video yang dia bagikan di akunnya,

Aplikasi canggih buatannya itu diklaim mampu untuk mendeteksi penyakit mata dengan akurasi 70 persen.

Di videonya, dia mengatakan bahwa aplikasinya dapat menganalisis berbagai parameter seperti warna dan intensitas cahaya, jarak dan titik pencarian untuk menemukan mata dalam jangkauan bingkai menggunakan pembelajaran komputer dan mesin canggih.

Dalam postingannya, Leena menambahkan bahwa aplikasi tersebut juga mengidentifikasi masalah semburan cahaya dan jika mata diposisikan tepat di dalam bingkai pemindai.

Dia berkata, "Ogler" dapat mengidentifikasi kondisi seperti Arcus, Malenoma, Pterygium dan bahkan Katarak dengan bantuan model terlatih.”

[br]

Mengungkap lebih detail tentang inovasinya, Leena mengatakan bahwa aplikasinya saat ini sedang ditinjau di toko aplikasi Apple dan berharap akan segera disetujui.

"Aplikasi ini dikembangkan secara native dengan SwiftUI tanpa perpustakaan atau paket pihak ketiga, dan saya membutuhkan penelitian dan pengembangan selama enam bulan untuk menghidupkan aplikasi inovatif ini,” kata Rafaq.

"Saya belajar lebih banyak tentang berbagai kondisi mata, visi komputer, algoritme, model pembelajaran mesin, dan pengembangan Apple iOS tingkat lanjut, termasuk data sensor, AR, CreateML, CoreML, dan banyak lagi,” tambahnya.

Menanggapi inovasinya, banyak netizen yang mengucapkan selamat kepada Leena atas pencapaiannya di usia yang begitu muda.

Seorang yang telah mencoba aplikasi ini berkata, "Contoh yang bagus tentang bagaimana kita dapat mengetahui pemerataan kesehatan mata menggunakan AI. Kerja bagus."

Pengguna lain berkata, "Kamu pantas mendapatkan ucapan selamat yang besar, Leena. Pekerjaan yang luar biasa di usia 10 tahun."

Untuk sementara, Ogler EyeScan ciptaannya hanya didukung di iPhone 10 ke atas dengan iOS 16+.

(PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Tekno

MTQ Tingkat Kecamatan Reteh Resmi Ditutup,Keluar Sebagai Juara Umum Kelurahan Pulau Kijang

Tekno

Operasi Pasar Murah Pemkab Inhil Laksanakan Di Kecamatan Sungai Batang

Tekno

Pj Bupati Inhil Rapat Bersama Jajaran PLN Rangka Meningkatkan Elektrifikasi listrik di 2 Ibukota Kecamatan

Tekno

Rusia Tahan Seorang Jurnalis AS dengan Tuduhan Spionase

Tekno

Bagaimana Respon Arie Kriting atas Tudingan Mertua Mengenai Kiriman Jin dan Ular ke Mereka?

Tekno

4 Tanda Penyakit Jantung yang Bisa Anda Lihat pada Mata