Piala Dunia 2018

Obi Mikel: Saya Main Lawan Argentina Saat Ayah Ada di Tangan Penculik

- Rabu, 04 Juli 2018 11:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir072018/pesisirnews_Obi-Mikel--Saya-Main-Lawan-Argentina-Saat-Ayah-Ada-di-Tangan-Penculik.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kompas.com

Pesisirnews.com - Kapten timnas Nigeria, John Obi Mikel, mengungkapkan bahwa ayahnya sempat diculik jelang laga Nigeria kontra Argentina pada laga terakhir Grup D Piala Dunia 2018.

Kiprah Nigeria pada Piala Dunia 2018 harus terhenti pada fase grup setelah ditaklukkan oleh Argentina 1-2 pada laga terakhir Grup D, Rabu (27/6/2018), di Stadion Saint Petersburg.

John Obi Mikel membuat pernyataan mengejutkan bahwa sang ayah diculik jelang laga kontra Argentina.

Mantan pemain Chelsea ini mengungkapkan bahwa ia menerima kabar tersebut saat berada di bus ketika melakukan perjalanan ke stadion di St Petersburg.

Keluarga Obi Mikel kemudian menelepon sang gelandang untuk memberi tahu bahwa si penculik meminta uang tebusan jika ingin ayah Obi Mikel bebas.

Dikutip BolaSport.com dari Guardian, Obi Mikel tak bisa mengadu ke siapa pun mengenai kejadian yang menimpa sang ayah karena skuad Nigeria saat itu sedang fokus untuk menjalani laga kontra Argentina.

Ayah Obi Mikel diculik di Nigeria tenggara saat ia melakukan perjalanan ke pemakaman di jalan tol Makurdi-Enugu dari Jos.

Polisi berhasil membebaskannya, tetapi ayah Mikel mengatakan dia disiksa selama seminggu dan saat ini berada di rumah sakit.

Ini adalah kedua kalinya dia diculik, dengan yang pertama pada Agustus 2011.

Obi Mikel kemudian tetap bermain dalam laga kontra Argentina meskipun ia harus melawan rasa cemas karena memikirkan kondisi sang ayah.

"Saya bermain ketika ayah saya berada di tangan penculik. Saya harus menekan trauma. Saya menerima telepon empat jam sebelum kick-off," kata Mikel dikutip BolaSport.com dari Guardian.

"Saya mengalami gangguan emosi dan saya harus membuat keputusan apakah saya siap secara mental untuk bermain. Saya bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun, pada akhirnya, saya tahu bahwa saya tidak bisa membiarkan 180 juta orang Nigeria menjadi down," ucap dia.

Meski tetap gagal mengantarkan Nigeria lolos ke babak 16 Besar, dalam laga kontra Argentina, Obi Mikel mampu tampil cukup apik untuk memimpin Tim Elang Super di lapangan.

Sumber kompas.com

Berita Terkait

Berita

Plh Bupati Inhil Terima Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Barat

Berita

Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Tangani Karhutla di Siak

Berita

Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung

Berita

Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla

Berita

Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan

Berita

Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan