DUMAI, PESISIRNEWS.COM - Hanya mampu menyabet dua juara pada dua cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau ke 34 yang berlangsung di Kabupaten Siak selama delapan hari (14-21 November 2015), Kontingen Kota Dumai harus berlapang dada karena, berada di posisi 12 dari 12 Kabupaten / Kota yang ada di Riau.“ Dua cabang berhasil memperoleh kemenangan yakni cabang naskah putra dan tartil putri. Tentunya ini patut kita banggakan, meski akhirnya kafilah Dumai harus puas di posisi 12 dalam MTQ Riau ke 34 tahun 2015,” ujar Drs Zakaria selaku Ketua Kontingen Dumai kepada wartawan baru – baru ini.Disebutkannya, dua cabang MTQ yang berprestasi dalam kegiatan syiar Islam tersebut, yakni Syahrani untuk cabang naskah dan tartil atas nama Gina Salsabila.Selain dua orang tersebut, sejumlah kafilah Dumai juga berhasil meraih juara pada sejumlah kategori, namun hanya posisi pemenang harapan dari berbagai cabangDiakui Zakaria, para qori dan qoriah utusan Dumai merupakan yang terbaik, karena sebelumnya telah menjalani pelatihan dan pembinaan di Lembaga Pelatihan Tilawatil Quran (LPTQ) secara rutin dan intensif.“ Kafilah yang diutus ini adalah yang terbaik, karena telah dipersiapkan untuk mengikuti lima cabang dalam MTQ Riau yakni Tilawah, Syarhil, Fahmil, Khotil, dan Tartil Quran,” jelas Zakaria.Usai pelaksanaan MTQ ini, lanjutnya, LPTQ berencana melakukan evaluasi bersama terhadap hasil dan pencapaian kontingen Dumai bertujuan agar kedepan bisa meningkatkan prestasi dalam kegiatan seni baca Alquran tersebut.Disamping itu, Zakaria berharap agar pemerintah lebih meningkatkan perhatian dalam peningkatan dan pembinaan qori dan qoriah potensial untuk motivasi dan dorongan kearah yang lebih baik lagi.“ Qori dan Qoriah terbaik Dumai sebaiknya terus mendapat pembinaan dan semangat dari pemerintah agar kedepan mereka lebih berprestasi dan bisa mengharumkan nama daerah,” harapnya.Perhatian yang diharapkan tersebut bisa dengan alokasi anggaran pembinaan LPTQ untuk di semua tingkatan dan bisa menyemangati para kafilah MTQ serta menempatkan tenaga pembimbing yang memiliki kemampuan seni baca Alquran.“ Tenaga pembimbing di LPTQ harus diisi orang yang mampu dan menguasai seni baca Alquran agar pembinaan berjalan baik dan bisa meraih prestasi sesuai harapan,” tukasnya. (cp)
Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI