TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Inhil prihatin terhadap tingginya kasus HIV/AIDS di Inhil.
Pasalnya, sejauh ini sudah 134 kasus ditemukan di Inhil, dimana jumlah tertinggi dari kalangan ibu rumah tangga dengan jumlah 30 orang.
"Kita sangat perihatin dan miris membayangkan bagaimana jadinya jika hal ini tidak ditangani secara serius dan terpadu oleh semua satker terkait dan semua komponen masyarakat , maka jumlah ini akan semakin bertambah, "keluhnya, Selasa (10/11).
Untuk itu pihaknya berharap ada program yang konkrit di lapangan sehingga bisa menekan angka tersebut tidak naik terus di masa mendatang.
"Diperlukan adanya sosialisasi kepada kelompok ibu rumah tangga agar mereka tahu apa dan bagaimana penularan serta bagaimana agar tidak terkena penyakit mematikan tersebut, " tukasnya.
Sementara itu, LSM Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) Tembilahan menyatakan bahwa pengidap penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau dikenal dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kaum perempuan terutama ibu rumah tangga.
“Dari hasil sosialisasi atau tes VCT ini bisa dilihat dari bulan ke bulan kasus HIV/AIDS yang semakin bertambah, dan yang lebih mirisnya lagi, dari data kasus September 2015, data 134 ternyata didominasi oleh ibu rumah tangga sebanyak 30 orang,”ungkap Raihana, Kemarin. (Adv/humas/zul).
Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI