Tangani Rabies, Provinsi Riau Telah Bentuk Komisi Daerah Penanggulangan Zoonosis

- Senin, 02 November 2015 11:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112015/pesisirnews_-Tangani-Rabies--Provinsi-Riau-Telah-Bentuk-Komisi-Daerah-Penanggulangan-Zoonosis.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Pj Wako Dumai Arlizman meninjau sterilisasi hewan pembawa rabies
DUMAI, PESIIRNEWS.COM – Untuk menekan angka rabies, Provinsi Riau telah membentuk Komisi Daerah Penanggulangan Zoonosis yang bertujuan mensukseskan program Indonesia bebas Rabies 2020.“ Untuk itu mari kita tangani rabies secara serius dan komprehensif, perkuat kerjasama, dan tingkatkan koordinasi untuk mengendalikan rabies,” pesan Plt Gunernur Riau yang disampaikan Pj Walikota Dumai dalam Peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) tahun 2015 tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan di gedung serbaguna Jalan HR Soebrantas Dumai, belum lama ini.Plt Gubri mengatakan, bahwa rabies merupakan penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, monyet, rakun dan kelelawar. 95 persen kasus rabies pada manusia diakibatkan oleh gigitan anjing. Dan diketahui setiap 10 menit 1 orang meninggal karena rabies di dunia.Rabies bersifat fatal namun bisa dicegah, karena sebagian besar kasus rabies pada manusia diakibatkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi rabies, sehigga dengan melakukan vaksinasi lebih dari 70 persen populasi anjing akan menekan kasus rabies.Provinsi Riau merupakan daerah endemis rabies. Namun kasus rabies di Provinsi Riau sudah mulai menunjukkan penurunan yang signifikan dengan melakukan berbagai upaya seperti vaksinasi dan kontrol populasi secara teratur. Namun tingginya lalulintas hewan penular rabies (HPR) menjadi salah satu kendala pemberantasan rabies secara tuntas. Selain itu animo masyarakat pemelihara HPR relatif cukup tinggi, sedangkan kesadaran masyarakat akan bahaya atau resiko rabies masih rendah.Sementara, Pj Walikota Dumai Arlizman Agus rabies mengatakan, Rabies merupakan penyakit zoonoziz yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen bagi manusia maupun hewan yang telah terinfeksi, bahkan penyakit rabies telah menyebabkan kekawatiran masyarakat Dunia sesuai dengan catatan WHO jumlah orang meninggal akibat rabies melebihi 55.000 orang setiap tahunnya.Oleh karena itu, pengendalian penyakit rabies didunia harus mendapatkan perhatian serius dari semua instansi terkait termasuk Pemko Dumai melalui Disnakkanla Kota Dumai akan terus melaklukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit rabies dengan berbagai upaya seperti memberikan vaksinasi, eliminasi hewan liar, sosialisasi bahaya rabies, pengawasan lalulintas dan perdagangan hewan penular rabies dan lain sebagainya.“ Acara ini memiliki arti yang sangat penting dan menjadi momentum yang tepat bagi Kota Dumai untuk mengaktualisasikan diri sebagai pintu gerbang Indonesia didaerah pesisir timur sumatera dalam mencegah dan menanggulangi penyakit rabies,” kata Arlizman.Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau Askar Diari Bugana Patrianov mengatakan, bahwa tema yang kita angkat melalui kegiatan peringatan hari rabies sedunia tingkat provinsi Riau adalah ‘Bersama Berantas Rabies, Pastikan Hewan Peliharaan Sehat dan Divaksinasi’.Melalui tema tersebut, pihaknya mengajak seluruh instansi terkait yang ada di Kabupaten/Kota di Riau untuk bersama-sama mensukseskan Indonesisa bebas rabies 2020. Sebab penyekit Rabies telah menyebabkan kekhawatiran masyarakat karena Rabies merupakan penyakit zoonosis yang sangat berbahaya, dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen bagi manusia maupun hewan yang telah terinfeksi.“ Rabies bersifat fatal namun bisa dicegah, karena sebagian besar kasus rabies pada manusia diakibatkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi rabies. Dan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka rabies akibat gigitan anjing dengan melakukan vaksinasi lebih dari 70 persen populasi anjing,” ujarnya.Terakhir Kadisnakkanla Kota Dumai, Syafrizal menambahkan, bahwa meski termasuk daerah endemis rabies, namun hingga kini belum ditemukan kasusu rabies di Kota Dumai. berbagai upaya teris dilakukan Disnakkanla Kota Dumai untuk mencegah terinfeksinya manusia dengan virus mematikan itu.Salah satunya melakukan kegiatan pengendalian pemberantasan dan pembebasan rabies seperti sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya rabies, vaksinasi gratis, eliminasi, surveilans, pengawasan lalu lintas dan perdagangan hewan penular rabies dan lain sebagainya.Hadir pada kesempatan itu Sekretaris Daerah Kota Dumai, Said Mustafa, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, Askar Diari Bugana Patrianov, Kapolres Dumai, AKBP Suwoyo, Kepala Bapeda Kota Dumai, Marjoko Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Paisal, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautn (Disnakkanla) Kota Dumai, Syafrizal, Kabag Humas Setdako Dumai, Basri, perwakilan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten/Kota di Riau dan undangan lainnya. (Cah)Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI


Tag:

Berita Terkait

Sosial

Hewan Peliharaan Diberikan Vaksin Rabies Gratis Oleh Disnakkanla