KERITANG, PESISIRNEWS.COM- Kejadian robohnya jembatan penyebrangan di Kabupaten Inhil yang terjadi dalam beberapa hari lalu, akhirnya memaksa masyarakat menggunakan sampan dan pompong untuk melakukan penyeberangan ke Kotabaru Siberida dan Kecamatan Kemuning, Mereka masih menggunakan tempat mendarat darurat dari batang dan sabut kelapa. Camat Keritang Ridwan menyebutkan, berdasarkan hasil rapat Upika dan tokoh masyarakat Keritang diputuskan untuk membuat pelantar darurat untuk tempat naik-turun orang dan sepeda motor yang akan menyeberang, sampai selesainya perbaikan jembatan. "Pelantar tempat turun-naiknya orang dan sepeda motor tersebut akan dibangun secara swadaya oleh para pemuda," sebut Ridwan, ketika ditemui di Kotabaru, Kecamatan Keritang. Dalam kesempatan itu juga disepakati tarif bagi menyeberang orang dan sepeda motor, yakni Rp 10 ribu/ sepeda motor (termasuk pengendaranya), perorang (tanpa kendaraan) Rp 2 ribu dan pelajar dibebaskan biaya menyeberang, kecuali mereka bawa sepeda motor dipungut bayar Rp 4 ribu. "Diharapkan, perbaikan jembatan dapat secepatnya dilaksanakan sehingga akses transportasi warga tidak terhambat seperti saat ini," harapnya.
Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINISumber : riauterkni.com