MEDAN, PESISIRNEWS.COM - Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Propinsi Sumatera Utara mendesak pemerintah pusat untuk tidak menanggapi persoalan kabut asap yang menimpa sejumlah daerah yang ada di Sumatera Utara dengan spele, keluhan masyarakat di Sumatera Utara sudah mulai mencapai puncaknya.Masyarakat mulai ketakutan serta gelisah, akibat kabut asap, banyak masyarakat di Sumatera Utara sudah mulai merasa terancam.Secara teknis pemerintah telah melakukan upaya dalam menghadapi kabut asap, mulai penggunaan alat canggih dengan pesawat, heli water bom dan pemadadaman melaui darat, macam-macam cara sudah di tempuh pemerintah pusat untuk memadamkan titik api, namun kepuasan masyarakat pada kinerja pemerintah menangani kabut asap tidak juga mengalami dampak positif, kekhawatiran masyarakat terhadap bencana asap justru semangkin bertambah.Sejumlah daerah bahkan lumpuh akibat asap, himbaun kita kepada pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk melakukan upaya maksimal serta mempercepat pemadaman api, agar asap tidak menjadi ancaman bagi masyarakat yang berada di Indonesia khususnya pulau Sumatera.Korban bencana asap akan semakin berbahaya jika penanganannya masih cara yang gagal ini, ungkap Yakin Sitorus di Medan (24/10/2015). Lanjut Yakin, pemerintah harus membuat formula atau terus menambah kekuatan baru untuk terus berupaya memdamkan titik api, tak ada gunanya trus nyeletuk nyalahi pembakar, pengembang lahan perkebunan. Pertegas saja penegakan hukum agar diproses, tangkap oknum perusahaan-perusahaan yang terlibat, cabut izin perusahaannya, namun esensi dari persoalan ini adalah pemadaman titik api dank abut asap yang menimpa dearah-daerah.Pada posisi masyarakat yang semangkin merasa terancam akibat kabut asap mengisaratkan kepada pak presiden jokowi untuk hadir melindungi warganya, atas nama pemerintah harus berangung jawab kepada masyarakt Indonesia. Jangan seolah pemerintah kehabisan akal untuk memadamkan api, hingga pada akhirnya rakyat kehilangan jutaan nyawa yang akan melayang. Kami HIMMAH Sumut dan cabang-cabang se Sumatera Utara akan melakukan aksi peduli asap, sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap keperintahan Jokowi-JK yang terkesan masih lambat.Bagi rakyat tidak begitu penting mengumbar-ngumar bantuan negara ini bantuan negara itu untuk memadamkan api yang selalu di publikasikan secara berlebihan, pemberitaan itu kesannya sudah berbuat besar dan maksimal, namun nyatanya asap tetap mengancam nyawa rakyat, intinya selamatkan rakyat dari asap dengan cara apapun, yang penting tuntas, tegas Yakin sitorus.HIMMAH Sumut juga mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk mendo’akan korban bencana asap, karena itu sangat bererti rakyat untuk bisa keluar dari bencana asap yang mengancam kesehatan dan kehidupan yang baik untuk masyarakat Sumatera Utara. (Putra)