MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Budidaya Susudara (binatang laut sejenis siput) yang bernilai ekonomis mulai dilirik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Meranti, sebagai salah satu potensi sektor kelautan daerah yang layak dikembangkan.
Kepala DKP Meranti, Askandar, kepada PESISIRNEWS belum lama ini mengatakan berdasarkan informasi yang ia dengar, bahwasanya masyarakat di Desa Tanjungpisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, banyak yang membudidayakan binatang yang kaya protein itu.
Menurutnya, pemerintah siap menggelontorkan anggaran untuk pengembangan susudara jika memang layak dan dianggap mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kalau menguntungkan, apa salahnya kita kembangkan," ujarnya.
Kendati demikian, sebut Askandar, dirinya pernah mendengar informasi dari rekannya, bahwa ada masyarakat di negeri jiran Malaysia mengembangkan susudara. Oleh sebab itu, pihaknya terlebih dahulu mencari tahu daerah yang dimaksud (Malaysia, red) dan melihat langsung proses pengembangannya.
"Kalau sudah tau tempat budidaya susudara di Malaysia itu, kita siap melakukan peninjauan diluar anggaran. Kemudian ilmunya kita terapkan di daerah kita," catusnya.
Jika sudah dilakukan peninjauan nantinya, Lanjut Askandar, baru diketahui sejauh mana budidaya susudara ini dapat dikembangkan.
Ditempat terpisah, Zaujar, salah seorang pembudidaya Susudara di Desa Tanjungpisang, Kecamatan Tasik Putripuyu, menyebutkan jika pembudidayaan Susudara itu sangat mudah, yakni cukup dengan menyediakan tali berukuran besar dan dibentangkan di dasar laut, maka selanjutnya Susudara akan menempel di tali yang dibentangkan tersebut.
"Susudara ini merupakan binatang laut yang keberadaannya tidak berdasarkan musim. Tentunya sangat mudah untuk dibudidayakan. Selain itu kapasitasnya terbilang banyak," sebut Zaujar.(Adi)
Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan KLIK DISINI