DUMAI, PESISIRNEWS.COM- Pemerintah Provinsi Riau dalam waktu dekat akan memulai ganti rugi lahanuntuk persiapan pembangunan jalur kereta api. Untuk tahap pertama, pembebasandan pembangunan akan dimulai dari Stasiun Dumai menuju Stasiun Bukit KayuKapur.
TimPersiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Rel Kereta Api Trans Sumatera, dalamwaktu dekat akan melakukan sosialiasi kepada warga yang terkena imbaspembangunan. Ini dilakukan, agar proses ganti rugi dapat berjalan lancar.
SekretarisTim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Rel Kereta Api Trans Sumatera, HYendra Zein menyebutkan, panjang rel kereta api itu sekitar 24 kilometer.
DiantaranyaKecamatan Dumai Barat, Kecamatan Dumai Selatan dan Kecamatan Bukit Kapur. Luaslahan yang terkena imbas program Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mencapai1.221.516 meter persegi.
Yendramenyebutkan, sosialisasi ini akan dilakukan akhir bulan Oktober ini.Selanjutnya, baru dilakukan penetapan lokasi.
“Jika terkejar, akan dicicil untuk proses ganti rugi lahan,” terangnya kepadawartawan.
PenjabatWalikota Dumai, Arlizman Agus, menyebutkan, rencana pembangunan rel kereta apiakan dimulai Oktober 2015 dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Purnama,Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau.
“Pembangunan rel kereta untuk akses transportasi massal ini dibiayai sepenuhnyaoleh pemerintah pusat dan pengelola dengan mengandeng pihak ketiga. Sedangkanpemerintah daerah hanya diminta kesiapan lahan atau tempat untuk pembangunanrel,” kata Arlizman.
PembangunanRel Kereta Api Trans Sumatera ini ditargetkan akan rampung hingga 2019mendatang. Rencananya, titik di Dumai akan disambungkan ke Simpang Bangko,kemudian Kisaran, Sumatera Utara.
Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan KLIK DISINI