MEDAN, PESISIRNEWS.COM - Puluhan massa beratribut Ikatan Pemuda Karya (IPK) berunjuk rasa di jalan HM Yamin, tepatnya di depan kantor Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan. Aksi yang berlangsung di jalan pada arus kendaraan ini sempat menyebabkan kemacetan..
Massa IPK yang mengaku dari PAC Medan Timur ini sempat hendak ribut dengan aparat kepolisian disebabkan larangan aparat untuk membakar ban bekas yang dibawa oleh pengunjuk rasa.
"Apanya abang ini. Jangan gitu lah bang. Kami cuma mau menyampaikan aspirasi," kata salah seorang massa IPK, Senin (14/9/2015) siang.
Suasana di kantor Disbudpar sempat memanas. Beberapa dari massa IPK lantas berteriak-teriak meminta agar polisi tidak arogan.
"Woy, jangan dorong-dorong lah. Apanya kalian pak. Kami cuma mau bertemu dengan Kadis," teriak massa IPK.
Karena tak ingin ricuh, petugas polisi lainnya mencoba melerai. Massa IPK kemudian diminta mundur keluar gerbang.
"Tenang-tenang," kata petugas kepolisian sembari menghalau massa IPK. Hingga saat ini, suasana masih memanas. Beberapa massa IPK tetap ngotot bertemu dengan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Medan.
Adapun tuntutan pengunjuk rasa agar Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan menutup sebuah hotel di jalan Krakatau Ujung, yang dituduh sebagai hotel "esek-esek". Mereka meyakini, hotel itu kerap dijadikan lokasi bisnis prostitusi. (Red)