MEDAN, PESISIRNEWS.COM - Tengku Erry Nuradi, Plt. Gubernur Sumut, meminta aparat keamanan dan keimigrasian untuk memperketat pengawasan, khususnya di sejumlah pelabuhan kecil di sepanjang pesisir pantai timur Sumatera Utara.
"Kita mengimbau seluruh aparat terkait untuk memperketat pengawasan di seluruh pelabuhan kecil yang akrab disebut pelabuhan tikus, yang tersebar di pesisir pantai timur Sumatera Utara, terutama di kawasan Asahan dan Labuhanbatu," kata Erry saat menyambut kedatangan 4 jenazah korban kapal tenggelam di Terminal Cargo Bandara Kualanamu International Airport (KNIA), Senin (7/9).
Erry berharap, tidak ada lagi kejadian yang sama yang menimpa warga Sumatera Utara. "Masyarakat juga diharapkan menggunakan pelabuhan resmi dan tidak melalui pelabuhan tikus secara sembunyi-sembunyi," harapnya.
Erry juga mengimbau kepada instansi terkait, seperti pihak imigrasi untuk mempermudah pengurusan surat dan dokumen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baik dalam bentuk visa maupun surat pendukung lainnya.
"Sulitnya pengurusan surat dan dokumen keimigrasian mengakibatkan meningkatnya TKI ilegal. Dengan mudahnya pengurusan surat dan dokumen keimigrasian, saya yakin jumlah TKI illegal juga akan berkurang. Tentu para TKI akan berangkat secara sah," katanya.
Erry menjelaskan, kapal tongkang yang dinaiki para korban tenggelam akibat melebihi kapasitas penumpang. Saat peristiwa terjadi, kapal mengangkut 100 orang. Padahal kapasitas kapal maksimal 70 orang.
"Saya mendapat kabar, warga Indonesia yang menjadi korban mencapai 17 orang dari sejumlah daerah. Khusus Sumatera Utara, kita mendapat khabar ada 6 orang," pungkasnya. (Sam)