PESISIRNEWS.COM, DUMAI - Sebagai garda terdepan dalampelayanan kesehatan masyarakat, bidan memegang peranan penting dalam pelayanankesehatan ibu, anak dan Balita. Selain itu bidan juga berperan besar dalam mewujudkangenerasi berkualitas.
IBI (Ikatan Bidang Indonesia) sebagai organisasiprofesi juga memiliki andil besar dalam penguatan komitmen mewujudkan generasi berkualitas tersebut.
Pembentukan generasi berkualitas dimulai sejak dini,sejak sebelum hamil. Begitu juga pengawasan selama hamil, pertolonganpersalinan yang bersih dan aman. Demikian pula pola asuh bayi dan balita, sertapemenuhan gizi ibu, bayi dan Balita.
" Kesemua itu sangat menentukan kualitas anak sebagaigenerasi penerus. Menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas bidan sebagaipelayan kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, bidan juga ikut menentukankeberhasilan pembentukan generasi berkualitas," jelas Asisten II BidangPerekonomian dan Pembangunan H Syamsudin yang mewakil Pj Walikota Dumai Drs HArlizman Agus saat menghadiri Pengukuhan Pengurus IBI.
Memperhatikan tema HUT IBI ke - 64, yaitu " Bidanmengawal seribu hari pertama kehidupan, mewujudkan generasi berkualitas ", PJWalikota Dumai mengatakan, seribu hari pertama kehidupan adalah masa sejak anakdalam kandungan hingga berusia dua tahun masa itu, merupakan periode emas.
Pada periode tersebut terjadi proses tumbuh kembanganak yang sangat cepat dan tidak terjadi pada masa lain. Perkembangan sel-selotak pada periode tersebut sangat menentukan kualitas kehidupan selanjutnya.
" Apabila terjadi gangguan pada periode ini, akanberdampak permanen dan tidak bisa dikoreksi. Dampaknya tidak hanya padapertumbuhan fisik, tapi juga perkembangan mental dan kecerdasan anak," ujarnya.
Untuk itu, tambah Arlizman Agus, ada beberapa hal yangperlu diperhatikan setiap bidan dalam mengawal seribu hari pertama kehidupantersebut. Yaitu pastikan ibu yang mengandung memiliki status gizi yang baik,memeriksakan kehamilannya secara rutin, dan semua anak yang lahir harusmendapatkan inisiasi menyusui dini. Kemudian, memberikan dorongan dan dukunganpada ibu untuk memberikan ASI eksklusif dan memantau perkembangan bayi secarateratur.
Ketua IBI Kota Dumai Hj. R. Dona Fitri Ilahi, AMd.Keb, SKM mengtakan, IBI sebagai organisasi profesi sudah berusia 64 tahunsudah lebih dewasa. Sehingga pengalamanyang dimiliki menjadi modal dasar untuk pembangunan khususnya kesehatan.
Menurutnya, anggota IBI di Dumai berjumlah 438 orang.Diantaranya ada ditempatkan sebagaibidan praktek mandiri , yahg menjadi ujung tombak dalkam persalinan di tengahmasyarakat. "Bidang Praktek Mandiri juga berperan dalam mengurangi kematian ibudan anak," kata Dona Fitri Ilahi sembari mengeluhkan meski IBI sudah berusiadewasa namun di Dumai belum memiliki kantor yang representative.
" Hingga kini IBI belum memiliki kantor di Dumai,untuk itu kami berharap adanya perhatian Pemko Dumai," pintanya.
Dalam kesempatan itu, Ketua IBI Kota Dumai Dona FitriIlahi mengukuhkan pengurus IBI Ranting se kota Dumai. Selain Pengurus RantingPuskesmas se kota Dumai, Pengurus IBI Swasta se kota Dumai, Ranting RSUD Dumai dan Ranting IBI Dinkes Dumai sertaRumah Sakit Pertamina RU II Dumai juga turut dikukuhkan. (CP)