TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM -Merasa lambannya perbaikan yang dilakukan pemerintah atas kerusakan jalan dan oprit jembatan Parit 10 Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, warga setempat melakukan perbaikan secara swadaya.
Menurut penuturan warga setempat, padahal kondisi kerusakan jalan dan oprit jembatan yang berlubang cukup besar dan dalam, sangat mengancam keselamatan pengguna jalan. Namun, tidak juga kunjung diperhatikan dan dilakukan perbaikan oleh instansi terkait.
Kondisi lubang di jalan dan oprit jembatan yang rusak cukup dalam ini sangat membahayakan pengguna jalan, apalagi saat ramai warga yang melintas di atasnya.
"Warga sangat menyayangkan lambannya perbaikan oleh instansi terkait, padahal kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan. Maka, terpaksa mereka melakukan perbaikan secara swadaya," ungkap Firman, warga Kelurahan Tembilahan Hulu kepada wartawan, Minggu (6/9).
Terangnya, masyarakat setempat merasa prihatin atas kondisi jembatan yang dibiarkan rusak ini, padahal ini merupakan infrastruktur milik publik yang harus diperhatikan serius.
"Perbaikan yang dilakukan ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban seandainya terperosok kedalam lubang di badan jalan dan bagian oprit yang rusak ini," tegasnya.
Tampak warga setempat secara bersama-sama melakukan penambalan lubang sebelum naik jembatan, termasuk oprit jembatan tersebut. Biaya perbaikannya merupakan hasil iuran warga setempat yang merasa prihatin atas kerusakan ini. (Zul).