Yohanes Surya: Tahun 2020 Merah Putih Berkibar di Bulan

- Senin, 23 Februari 2015 18:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022015/1424692488index.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
SERPONG, PESISIRNEWS.com - Menurut, Yohanes Surya dua hari lalu ia bertemu Prof. Steve Durst President ILOA (International Lunar Observatory Association) dan tim astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB). ILOA sedang siapkan misi ke Bulan.“Steve menawarkan kerjasama dengan LAPAN, ITB atau Surya Univ, baik untuk penerbangan pesawat tanpa awak (robot) 2017 atau misi orang ke Bulan tahun 2020. ini tawaran menarik asalkan anak Indonesia dibolehkan ikut riset pembuatan pesawat (tidak hanya riset astronominya saja). Seorang investor Indonesia tertarik mendanai sebagian proyek kerjasama ini,” katanya dilihat dari Facebooknya yang diunggah pada Minggu (22/2).Yohanes mempertanyakan, sekarang banyak negara tertarik eksplorasi di bulan. Kenapa? Di Bulan ada air (berupa lapisan es di bawah permukaan sekitar kutub Bulan). Di Bulan juga banyak material berharga seperti unsur rare earth yang penting untuk berbagai industri (dari turbin angin, LED, solar cell, CD, satelit sampai ke mobil hibrid).Waktu Tiongkok hentikan ekspor rare earth, kata Yohanes, Jepang kelabakan. Jepang harus cari rare earth sendiri, kalau perlu buka tambang rare earth di Bulan.Yohanes menyatakan, air dapat diurai jadi O2 dan H2. Gas O2 untuk bernafas dan H2 untuk bahan bakar roket. Dengan air orang bisa ciptakan koloni (pemukiman) di bulan. Koloni ini penting untuk transit penerbangan luar angkasa.“Menerbangkan pesawat dari Bulan butuh energi jauh lebih kecil dibandingkan dari Bumi (karena gravitasi Bulan hanya 1/6 gravitasi Bumi). Jadi kalau mau ke Mars kita transit dulu di Bulan lalu dari Bulan terbang ke Mars (ini akan lebih irit bahan bakar/energi),” jelasnya.Menurut, Yohanes, koloni di Bulan merupakan bisnis masa depan. Orang yang mau tour ke luar angkasa harus bayar mahal kalau transit di koloni. Terbayang nggak nanti Bulan akan dipetak-petak: koloni Amerika, koloni Tiongkok, koloni Rusia, koloni Indonesia dan sebagainya. “Siapa cepat, dia berkuasa,” tuturnya.Ia harap tahun 2020 merah putih akan berkibar di Bulan, entah lewat robot atau ada orang Indonesia yang tancapkan bendera kebanggaan Indonesia.“We choose to go to the moon …..not because they are easy, but because they are hard” (John F Kennedy 1962).(tpc)


Tag:

Berita Terkait

Sosial

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Sosial

Polres Inhil Gelar Bakti Sosial Pembagian Air Bersih Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Sosial

Polsek Tempuling Bersama Puskesmas Sei Salak Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa Mumpa

Sosial

Polsek Gaung Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Sosial

Polres Inhil Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sungai Luar

Sosial

Bhakti Sosial Polres Inhil bersama Mahasiswa dan OKP.