Haji Backpacker, Rencana Tuhan Pasti Indah

- Kamis, 02 Oktober 2014 14:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102014/1412233867backpacker.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Haji Backpacker hendak memberikan pelajaran, bahwa sesungguhnya rencana Tuhan jauh lebih baik ketimbang rencana manusia yang diuraikan di dalam doa. Bukan Tuhan yang menuruti rencana kita, tetapi kita yang harus menerima rencana Tuhan dengan besar hati da
PESISIRNEWS.com - Bila film 5 Cm kondang dengan sinematografi yang menampilkan pemandangan indah Kawasan Taman Nasional Bromo Semeru Tengger di Indonesia, maka pesaingnya kali ini adalah film Haji Backpacker. Di film garapan Danial Rifki ini, penonton akan dibuat terkagum-kagum dengan pemandangan keren dari sembilan negara yaitu Thailand, Vietnam, Tiongkok, Nepal, Tibet, India, Iran, Arab Saudi dan Indonesia juga tentunya. Sudut pengambilan gambar yang jago, makin membuat ngiler dan membangkitkan semangat travelling.Namun, apakah film itu hanya bertutur tentang keindahan sembilan negara? Tentunya tidak cuma itu. Film ini berkisah tentang seorang pria muda bernama Mada (Abimana Aryasatya). Dibesarkan dalam keluarga yang mengedepankan nilai Ketuhanan, Mada yang berusia 27 tahun, selama hidupnya tak pernah meninggalkan ibadah. Ia sangat percaya dengan kekuatan doa dan selalu yakin doanya dikabulkan Tuhan.Namun, suatu saat Tuhan menguji imannya. Dan Mada memilih marah kepada Tuhan. Dia marah dengan keadaan yang menimpanya dan memutuskan pergi berkelana tanpa tujuan. Tempat pertama yang didatanginya adalah Thailand. Di negara gajah ini, Mada hidup liar dan bebas serta meninggalkan ibadahnya. Pekerjaannya hanya mabuk dan berkelahi, hingga suatu saat dirinya terlibat kasus dan harus keluar dari Thailand. Persinggahan berikutnya adalah Vietnam. Di negara ini, Mada sudah tak punya apa-apa, dan harus menyambung hidupnya dengan bekerja sebagai kuli panggul. Kemiskinan membuat kesehatannya memburuk hingga suatu saat dia tertidur di dalam sebuah kotak besar yang membawanya ke Tiongkok.Di negara tirai bambu ini Mada bertemu dengan Suchun (Laura Basuki). Mada dirawat dengan baik hingga pulih. Ayah Suchun adalah seorang tabib sekaligus ulama di daerahnya. Mada mendapat banyak pencerahan di sana hingga akhirnya ia melanjutkan perjalanan hingga ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.Film ini hendak memberikan pelajaran, bahwa sesungguhnya rencana Tuhan jauh lebih baik ketimbang rencana manusia yang diuraikan di dalam doa. Bukan Tuhan yang menuruti rencana kita, tetapi kita yang harus menerima rencana Tuhan dengan besar hati dan penuh iman.


Tag:

Berita Terkait

Berita

Lestarikan Adat, Bupati Inhil Buka Festival Seni Budaya Banjar 2025

Berita

TorehkanPrestasi Di Ajang Putra Putri Kebudayaan Indonesia, Mohd. Rizki Nur Asri sambangi Penjabat Bupati Inhil

Berita

PJ Bupati Inhil Hadiri Kirab Budaya dan Deklarasi Pilkada Damai 2024

Berita

Bupati Inhil HM. Wardan Masuk Nominasi Penerima AK PWI Pusat 2023

Berita

Kabar Duka, Budayawan Betawi Ridwan Saidi Meninggal Dunia, Berikut Profil Singkatnya

Berita

Bupati Inhil HM. Wardan Apresiasi Pagelaran Malam Seni Budaya Banjar