Telah Lama Hilang, Masyarakat Selatpanjang Hidupkan Ghatib Zaman

- Sabtu, 17 Oktober 2015 11:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102015/pesisirnews_Telah-Lama-Hilang--Masyarakat-Selatpanjang-Hidupkan-Ghatib-Zaman.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Suasana saat prosesi Ghatib Zaman berlangsung di Selatpanjang, Jumat (16/10)
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Meski sempat menghilang sekitar 30 tahun, masyarakat Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Jumat (16/10) malam kembali menghidupkan ritual Ghatib Zaman atau lebih dikenal dengan istilah "Bele Kampung".Pelaksanaan kegiatan diawali dengan berjalan kaki dari Masjid Al-Mujahidin Jalan Banglas simpang Dorak, hingga berakhir di Hilir Sungai Jelutung, Jalan Lingkar Dorak yang berjarak hampir 8 KM. Selama perjalanan juga rombongan melantunkan dzikir.Sampai di Sungai Jelutung, rombongan berhenti dan membacakan doa, memohon kepada Allah SWT agar penduduk kampung dijauhkan dari segala marabahaya dan senantiasa diberikan rahmat oleh yang Maha Kuasa.Kagiatan yang merupakan inisiatif Forum Mahasiswa Pemuda Selatpanjang Timur (FMPST) yang melanjutkan studinya di Pekanbaru, itu mendapat respon positif dari masyarakat. hingga Pemerintah Daerah (Pemda) Meranti.Ketua FMPST, Andika, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk berzikir atau mengingat Allah SWT sembari meningkatkan rasa kekompakan antara penduduk desa, serta mengajak kepada para generasi muda untuk mengenal adat istiadat Melayu."Tradisi ini adalah tradisi turun temurun yang harus dilestarikan, dan Insyaallah, ini akan menjadi kegiatan rutin," ujarnya.Dikatakannya juga, kegiatan ini memang pernah digelar pada tahun 2014 lalu, namun tidak banyak yang mengikuti dikarenakan banyak masyarakat yang tidak mengetahui tradisi ini.Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Meranti, H Ridwan Hasan, menyebutkan kegiatan ini untuk mempertahankan aset budaya melayu sejak turun temurun."Ghatib bagaikan membersihkan diri, ritual yang dilakukan ini tak menyimpang dari ajaran Islam," ucapnya.Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Meranti, H Edy Kusdarwanto, diwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, Askandar, menyambut baik kegiatan tersebut. Dimana, Lanjutnya, ini merupakan hal yang positif dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif."Untuk diketahui, dulu jalan ini sangat angker, kejahatan dan kecelakaan sering terjadi. Dan Alhamdulillah, sejak pertama kali dilaksanakan Ghatib Zaman (Bele Kampung, red) kejadian yang seperti itu sudah mulai berkurang," paparnya.Ia berharap, kegiatan yang seperti ini dapat menjadi agenda tahunan, dan bisa diikuti lebih banyak lagi mulai dari utusan Kelurahan, hingga Desa se- Kecamatan Tebingtinggi.(Adi)

Berita Terkait

Seni & Budaya

Polres Inhil Gelar Tes Urine Seluruh Personil Polsek Pulau Kijang: Bukti Integritas Harga Mati

Seni & Budaya

Polres Inhil Ungkap Kasus Perjudian Togel di Pasar Dayang Suri, Satu Pelaku Diamankan

Seni & Budaya

Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang

Seni & Budaya

Bunda PAUD Inhil Tekankan Peran Posyandu dalam Peningkatan APK PAUD

Seni & Budaya

48,39 Ton Pangan Ilegal Dibakar di Tembilahan, Wabup Inhil: Negara Tak Boleh Kalah dari Penyelundup

Seni & Budaya

Polres Indragiri Hilir Gelar Razia Serentak di Tempat Hiburan Malam, Wujudkan Zero Toleransi Narkoba