RUPAT, PESISIRNEWS.COM - Setelah 5 (hari) digelarnya Pagelaran Turnamen Bulutangkis Pendamping Desa Cup tingkat Kecamatan, akhirnya Selasa (31/3/2015) kemarin, pertandingan ini resmi ditutup melalui acara puncak final Kategori B memperebutkan juara I, II, III dan IV di GOR Batupanjang.Dari total 48 orang peserta yang terbagi menjadi 24 pasangan ganda putra tersebut, pasangan Aris/Yol dan Armel/Jamel akhirnya bertemu di grand final.Hadiah yang disediakan panitia yang meliputi juara I,II,III dan IV tidak kurang dari Rp1 juta atas donatur dari sponsor utama sekaligus penggagas dan pemrakarsa turnamen ini yaitu Pendamping Desa UEP_SP Armen/Jamel yang akhirnya keluar menjadi pemenang dan merebut juara 1 setelah mengalahkan pasangan Rais/Jamel dalam sebuah pertandingan yang sengit dan berlangsung alot.Sedangkan untuk posisi juara ke-3 ditempati oleh pasangan Bakar/Jefri setelah unggul dari pasangan Man/Yusran yang harus puas dengan posisi ke-4.Banyak hal yang terjadi dalam turnamen bulutangkis Pendamping desa Cup tahun 2015 di Kelurahan Batupanjang ini. Dimana pasangan-pasangan yang diunggulkan ternyata berjatuhan pada babak penyisihan awal. Namun apapun yang terjadi, turnamen kali ini telah menjadi hiburan tersendiri bagi warga masyarakat Rupat.Upacara penutupan yang dilakukan pada Selasa (31/3/2014) malam tersebut, rupanya menjadi kejutan tersendiri bagi para penonton dan warga Kelurahan Batupanjang, dimana mendapatkehormatan dengan hadirnya Camat Rupat H. Yusrizal SSos,MSi, UPT Pertaniaan dan Peternakan Rusmadi SP,MSi untuk menyaksikan jalannya final dan hingga berakhirnya acara."Kegiatan seperti ini memang patut diapresiasi karena selain sebagai pembuktian prestasi juga sebagai hiburan tersendiri bagi masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Rupat," ujar Yusrizal saat ditemui Pesisirnews.com.Seusai acara pertandigan, Ketua Panitia (Doni) yang juga mewakili segenap panitia (Zakaria, Alim spd, Adam, Rais Yusiran, dll) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang telah mendukung dan membantu terselenggaranya turnamen ini dari awal hingga selesai. Bukan materi yang diberikan namun rasa penghargaan yang tinggi setingginya," ungkap Doni. (budi)