Menyontek Salah Satu Perilaku Korup Kemudian Hari

- Minggu, 08 Juni 2014 15:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir062014/1402216191news_17228_1402205784.gif): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
BENGKULU,PESISIRNEWS.COM - Divisi Fungsional Pendidikan Masyarakat KPK, Rian HerviansyahUtama mengatakan kebiasaan anak-anak yang suka menyontek merupakan salah satusarana tumbuh kembang perilaku korup di kemudian hari.

"Ketika kita menyontek satu kali, perasaanbersalah itu terasa sangat besar, namun jika dilakukan berulang-ulang kita jaditidak memiliki perasaan bersalah, menyontek adalah mengambil yang bukan hakkita, hal seperti ini yang membiasakan individu berlaku korup di kemudianhari," kata dia di Bengkulu, Sabtu (7/6).Perilaku menyontek menurut dia sangat berbahaya,hal tersebut mengakar dan menjadi kebiasaan anak-anak mulai dari usia dini."Oleh sebab itu, dibutuhkan perhatian seriusbaik dari orang tua dan masyarakat sebagai sarana pendidikan informal maupunsekolah tempat anak mendapatkan pendidikan formal," katanya.Rian mengatakan KPK sendiri juga sangat fokusmemberantas korupsi sampai dengan memberikan pendidikan pemahaman bahayakorupsi sejak dini."Kami mengembangkan model pemahaman dansosilaisasi mengenai bahayanya korupsi sejak dini dan di setiap tingkatanjenjang pendidikan," ucapnya.KPK memberikan pemahaman dalam berbagai kegiatankepada masyarakat, terutama pelajar mulai dari anak di pendidikan usia dinihingga jenjang pendidikan perguruan tinggi."Dengan memberikan pendidikan bahaya korupsisejak dini, diharapkan mampu menekan bahaya laten korupsi ini," kata Rian.Menurut dia, perilaku korupsi merupakan musuhbersama, apalagi di Indonesia, oleh karena korupsi masyarakat menjadi sengsara."Penting pendidikan anti korupsi untukditingkatkan, hal itu dilakukan secara bersama baik orang tua, lingkungan dansekolah, sehingga tidak memupuk bibit perilaku korup, pernah ada anekdot yangmenyatakan menyontek hari ini, korupsi di masa yang akan datang," ujarnya.Dia mengungkapkan hal tersebut pada kegiatanseminar dengan tema "Mencegah korupsi dan membangun mimpi besar untuknegeri" di Bengkulu, kegiatan itu digagas Organisasi Pusat kajian antikorupsi (Puskaki) bersama Women Care Bengkulu dan dihadiri oleh mahasiswasetempat dari berbagai latar organisasi. (Ant)

Berita Terkait

Sosial

Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung

Sosial

Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla

Sosial

Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan

Sosial

Karhutla di Dayun Siak, Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan

Sosial

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Sosial

Kasus Viral TikTok di Kuansing, Polisi Kedepankan Hukum dan Kerukunan