PESISIRNEWS.COM, LUBUKPAKAM -Sebagai organisasi kemahasiswaan yang berpaham Ahlus Sunnah Waljamaah PMII menjadikan kondisi saat ini sebagai tantangan yang harus dipikirkan bersama agar tetap terjaganya Ideologi pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia, namun tidak melupakan paham fluralis yang harus menerima perbedaan yang ada, dan menganggapnya sebagai rahmat.Sebagai wadah kaum intelektual PMII menjadikan kampus sebagai salah satu wadah untuk memproteksi setiap kebijakan-kebijakan atau pengaruh-pengaruh buruk yang dapat menghancurkan umat Islam dan Bangsa Indonesia. Demikian dikatakan Ketua Umum PC PMII Kabupaten Deli Serdang Bobby Niedal Dalimunte dalam pembukaan acara Dialog mahasiswa bertema "Proteksi Gerakan Ideologisasi Komunis di Dunia Kampus" Menyambut Kesiapan Asean Economic Community (MEA) di Kampus STAIS Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang (3/6/2015). Ini merupakan langkah kajian yang dianggap perlu dilakukan dan diestafetkan di organisasi-organisasi lain.Dialog mahasiswa tersebut dihadiri Plt. Kaban Kesbanglinmas Kab. Deli Serdang Drs. Aler Simarmarta, MIP sebagai pemateri, Ketua umum PC PMII Kab. Deli. SerdangBobby Niedal Dalimunte, Ketua I PC PMII Kab. Deli Serdang Azlansyah Hasibuan dan Moderator Ibnu Rash Alislami juga sebagai kepala Biro PMII Kab. Deli Serdang.Apabila kita taat terhadap agama, maka hal-hal yang buruk ada akan terjadi. Dirinya mengharapkan mahasiswa tidak pernah lari dari trilogi mahasiswa. Selain itu, meningkatkan prestasi mahasiswa sehingga mampu membentengi paham-paham negatif yang berkembang. "Sebagai pemuda kita seharusnya memiliki mental dan berkarakter" ungkap Simarmata.Ketua I PC PMII Kab. Deli Serdang Azlansyah Hasibuan dalam wawancara mengatakan kegiatan ini merupakan yang pertama. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat lebih mengerti dalam menyambut kesiapan Asean Economic Community di negara kita. "Rencananya setelah kegiatan perdana ini kita akan secara luas akan memberikan pemahaman kepada masyarakat".Ditambahkan Azlan, tujuan dari kegiatan ini agar masyarakat khususnya Kab. Deli Serdang dan umumnya masyarakat Sumatera Utara lebih dapat mengerti dan memahami akan Asean Economic Community.(Herda)