MERANTI, ESISIRNEWS.COM - Rombongan WNI korban penyanderaan yang terlibat dengan perusahaan kasino judi online Dai Long Co. Ltd di Grand Dragon Resort and Casino di Chrey Thom Village, Kandal Province yang berjarak 83 kilometer dari Pnom Penh, ibu kota Kamboja, Senin (1/6) siang tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang.Penyambutan WNI tersebut, disambut dengan rasa haru oleh pihak keluarga korban.Berdasarkan pantauan di lapangan, korban tiba sekitar pukul 11:00 WIB didampingi Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, dan disambut seluruh keluarga korban dan para pemuka etnis Tionghoa dari Panguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Kepulauan Meranti.Dari kesepuluh WNI itu, hanya enam orang saja yang tiba ke Selatpanjang, sedangkan empat orang lainnya langsung pulang ke kota asalnya Batam. Sementara 13 lainnya sudah tiba pada Sabtu (30/5/2015) lalu.Untuk diketahui, jumlah WNI yang bekerja di perusahaan judi online tersebut sebanyak 23 orang.Atak, ibu dari Ade Hengky Putra tak tahan membendung air matanya saat anak kesembilannya itu tiba dengan selamat. Sebelumnya, Hengky tertahan di Kamboja karena harus menjalani pemeriksaan di kepolisian Kamboja terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan penggelapan uang perusahaan judi. Sedangkan, Ade Gusrianto, adik Hengky telah pulang pada minggu lalu.Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, mengatakan bahwa mereka tiba di Batam Minggu (31/5/2015) malam. Korban penyekapan ini dibawa menggunakan Kapal Ferry Horizon 8 hingga Batam."Pagi ini kami menggunakan Ferry Dumai Line 3 menuju Selatpanjang Kepulauan Meranti," sebut Pandra. (Adi)