SELATPANJANG - PESISIRNEWS.COM – Sejumlah anggota pengurus Koalisi Wartawan Peduli Kasih (KWPK) Kabupaten Kepulauan Meranti, menyambangi kediaman Sukrian warga Jalan Hidayah, RT 02 Desa Alahair Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk melihat langsung kondisi seorang bayi berusia 5 bulan, Suknia Clarisa Wilujah Amanda. Senin (16/03/2015) siang.Suknia Clarisa Wilujah Amanda (Balita yang baru berusia 5 bulan), merupakan anak dari pasangan suami istri Sukrian dan Alaina Yusnita, bayi mungil tersebut mengidap penyakit penyumbatan saluran empedu dari hati ke kandung empedu (atresiablier). Kunjungan yang dilakukan oleh KWKP juga sekaligus guan mencari solusi, atas permasalahan yang dihadapi oleh bayi munggil yang baru berusia 5 bulan itu.Ketua Koalisi Wartawan Peduli Kasih (KWPK) Kabupaten Kepulauan Meranti, Sawalluddin dan Wakil Ketua KWPK, Syamsidir Atan yang di dampingi Sekretaris KWPK, Ahmad yuliar yang juga merupakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti, Kepada awak media menyebutkan, bahwa kedatanganya ke rumah kediaman keluarga Sukrian ayah dari Suknia Clarisa Wilujah Amanda, guna mencari solusi bagaimana agar bayi 5 bulan tersebut dapat berobat dan sembuh total. Ahmad Yuliar juga mengatakan bahwa, pihaknya berencana akan melakukan penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan Suknia Clarisa Wilujah Amanda, akan tetapi sebelumnya akan diadakan rapat terlebih dahulu dengan seluruh anggota pengurus KWPK.Sementara itu menurut Syamsidir, penggalangan dana tidak lain hanya untuk membantu korban, sebab "Biaya untuk menjalankan pengobatan penyakit yang diderita oleh bayi 5 bulan itu sangat mahal, yakni sekitar 2 Milyar. Dan berdasarkan informasi yang diterima, untuk pengobatan penyakit tersebut, hanya ada di Negara jepang.""Sebelumnya kita juga sudah menyampaikan kabar duka ini kepada Bupati Irwan tetang kondisi yang dialami oleh keluarga Amanda, dan bupati sangat prihatin atas kondisi yang diderita oleh bayi munggil yang baru berusia 5 bulan itu"ungkapnya.Sukrian ayah dari Suknia Clarisa Wilujah Amanda mengaku tidak mampu untuk membiayai pengobatan anaknya itu. "Jangankan ingin mengeluarkan biaya pengobatan anak saya ,untuk kebutuhan sehari-hari saja kita pas-pasan," ungkap sukrian yang merupakan pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar Selatpanjang.Untuk itu, KWPK juga mengajak para dermawan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti maupun yang berada diluar Meranti untuk dapat bersama-sama mendonasikan rizkinya untuk biaya pengobatan Suknia Clarisa Wilujah Amanda. Bagi yang ingin membantu, dapat melalui KWPK atau langsung datang ke Kantor PWI di Jalan Dorak Selatpanjang, atau dapat menghubungi orang tuanya Amanda di Hp: 081276506478 / 08127644959 atau bisa langsung datang di rumah kediaman sukrian. (wir)