MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah Kecamatan dan masyarakat Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Festival Sagu ke 2 di Desa Sungai Tohor. Festival tersebut mengangkat kegiatan sehari-hari para petani dalam mengolah potensi komoditas sagu seperti menggolek tual sagu, lari diatas tual sagu dan menganyam atap daun sagu, serta menampilkan berbagai jenis makanan yang terbuat dari sagu."Festival Sagu di Desa Sungai Tohor dibuka untuk umum yang akan diikuti oleh sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti," kata Camat Tebingtinggi Timur Helfandi.Melalui iven ini nantinya diharapkan sebagai alternatif pangan nasional, sebagai penyelamatan hutan rawa gambut di daerah Meranti, dan pastinya kita mempunyai potensi sagu yang harus dikembangkan dengan baik, dan dapat dijadikan salah satu objek wisata.Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPPT) Kepulauan Meranti, Hendra Putra, saat di konfirmasi Jumat (22/5/2015), mengatakan bahwa Festival sagu yang digelar pada 22-25 Mei 2015 mendatang akan dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Riau Arsayd Juliandi Rahman, Kepala BPMPPT Propinsi Riau dan Kepala Dinas Pertanian Propinsi Riau." Plt Gubri dan pejabat terkait lainnya dipastikan akan menghadiri acara puncak Festival sagu ke 2 di Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur 25 Mei mendatang, ini merupakan masukan dari bupati yang menginginkan sagu akan terus diperkenalkan di setiap kegiatan,agar masyarakat Riau Familiar dengan tumbuhan yang banyak tumbuh di Meranti ini," ungkap Hendra.Sementara itu, Sekretaris Panitia Festival Sagu Sungai Tohor, Abdul Manan, mengatakan semakin banyak festival dengan melibatkan masyarakat digelar, maka akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata Kepulauan Meranti."Setiap hari masyarakat setempat sudah sangat identik dengan pertanian sagu. Jadi, festival sagu ini berangkat dari rutinitas pekerjaan warga sehari-hari tapi dikemas dalam olahraga dan wisata," katanya.Dia menjelaskan, Lomba-lomba yang dipertandingkan juga beragam, mulai dari lomba membuat atap dari daun sagu, lomba kuliner dari sagu, lomba mendorong kayu sagu hingga lomba berlari di atas batang sagu.Lomba berlari di atas batang sagu sangat unik karena dilakukan di atas air di kanal. Lomba ini mengambil kegiatan yang kerap dilakukan warga setempat saat mengirimkan sagu lewat sungai dari hutan ke pabrik pengolahan."Hadiah yang disiapkan berupa uang tunai sekitar Rp30 juta," ujarnya. (Adi)