MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Tokoh masyarakat di Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti khawatir permainan gasing akan punah seiring minimnya perhatian Pemerintah Daerah dalam melestariakn budaya warisan leluhur tersebut."Sejak tahun 2000 an permainan ini semakin meredup, kami khawatir jika ini dibiarkan gasing akan punah di negaranya sendiri," kata pegiat Gasing Kecamatan Rangsang Pesisir, Jasman, beberapa waktu lalu.Dia juga menambahkan, sejak 2003 dia bersama beberapa penggemar gasing terus mempulerkan kembali permainan itu dengan menggelar berbagai festival, lomba untuk mengenalkan kembali budaya warisan leluhur tersebut. Bukan hanya itu, menurut Jasman yang saat ini juga menjadi pengurus Festival Gasing Kabupaten Kepulauan Meranti, para pegiat permainan itu juga selalu menggelar festival tingkat Kabupaten."Dahulu, tiap tahunnya kami aktif mengikuti festival, karena pemerintah memperhatikan kebutuhan kami, bahkan tidak jarang bupati turun langsung memberikan dukungan, tidak seperti sekarang," kata Jasman.Menurutnya, permainan gasing adalah warisan budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan oleh siapa saja dan tidak ada hubungannya dengan politik. Selain karena minimnya perhatian pemkab, kata dia, permainan gasing terus meredup karena kalah bersaing dengan permainan sejenis yang lebih modern, "Perhatikan saja anak-anak sekarang, mereka lebih familiar dengan game online", ujarnya.Untuk membangkitkan kembali permainan gasing ke era keemasannya, sambung Jasman, pemkab perlu lebih serius dalam mengelola permainan gasing melalui bidang kebudayaan, pendidikan dan olah raga."Pemkab sebenarnya bisa menggairahkan permainan gasing, yakni dengan menggalakkan lomba atau festival gasing mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional yang penyelenggaraannya di Kabupaten Kepulauan," Ungkap Jasman. (Adi)