SIAK, PESISIRNEWS.COM - Banyaknya situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Siak khususnya situs cagar budaya Makam Raja Kecik yang berada di Kampung Buantan Besar, tidak dikelola dengan baik oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Siak.
Mastri, petugas pemelihara situs cagar budaya Makam Raja Kecik, Jumat (8/5/2015) mengungkapkan kekecewaannya melihat Pemerintah Siak khususnya Disparpora, yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah seakan melalaikan tanggung jawabnya untuk menjaga dan memelihara situs-situs peninggalan sejarah. Seperti memberikan bantuan alat kebersihan dan lainnya.
"Adapun selama ini alat yang saya pakai untuk memotong rumput ini adalah milik peribadi dan bensinnya saya beli dengan uang saya sendiri. Apalagi, beberapa minggu lalu, PLN mencabut kilometernya dengan alasan melanggar aturan karena tidak sesuai dengan CB nya," bebernya.
Sebelumnya, tambah Mastri, Disparpora pernah menyerahkan bantuan untuk situs cagar budaya Makam Sultan Syarif Kasim, namun tidak demikian untuk Makam Raja Kecik. Dengan demikian ia menilai Disparpora memilih-milih dan separuh hati untuk mengelola sejumlah situs cagar budaya di Kabupaten Siak.
"Oleh sebab itu saya berharap kepada pemerintah khususnya Disparpora kalau memang ingin mengembangkan wisata di Siak ini jangan lah separoh hati. maka dari itu kedepannya mari kita tingkatkan situs-situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Siak ini. Supaya wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang datang kemari lebih senang dan tidak kecewa," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak tidak dapat dihubungi. (em/in)