Hormati Para Leluhur, Etnis Tionghoa Selatpanjang Gelar Tradisi Ceng Beng

- Jumat, 10 April 2015 11:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir042015/pesisirnews_Hormati-Para-Leluhur--Etnis-Tionghoa-Selatpanjang-Gelar-Tradisi-Ceng-Beng.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Tradisi Sembanyang Kubur atau Ceng Beng.
MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Sebagian besar warga Tionghoa Selatpanjang melakukan sembayang kubur di tempat pemakaman umum Kampung Baru, Kamis (9/4/2015) kemarin. Sembayang kubur ini merupakan tradisi yang dikenal dengan sebutan Ceng Beng yang dimulai April bulan ini.Ceng Beng merupakan hari besar dan sebagai tradisi warga Tionghoa kepada keluarga yang sudah meninggal. Ini terlihat dari semua kuburan ada tanda peletakan kertas sebagai tanda ada yang sembayang. Ini dilakukan oleh sanak saudara juga keluarga dari jauh yang akan datang untuk melakukan sembayang bersama di makam.Salah satunya di Selatpanjang, untuk saat ini warga Tionghoa yang berada di Selatpanjang sangat banyak dan ditambah lagi warga tionghoa yang berdatangan ke Selatpanjnag, makanya tak heran kalau tiba pelaksanaan sembahyang kubur (Ceng Beng,red) digelar itu ramai warga tionghoa.Bobby Jayanto, salah seorang warga Tionghoa asal Selatpanjang menggelar sembayang kubur Ceng Beng di Kampung Baru, Kamis (9/4/2015) kemarin. Menurutnya, dalam acara Sembayang kubur atau Ceng Beng tersebut, umumnya memanjatkan doa agar orang tua yang ada di alam baka mendapatkan kedamaian dan ketentraman.Bobby juga mengungkapkan Semua anak atau menantu masing-masing wajib membawa sesajian membakar uang kertas serta keperluan lain di kediamaannya. "Ini dilakukan agar kedua orang tua mendapatkan kemudahan hidupnya di alam baka. Ini juga sebagai doa dengan harapan agar anak cucu yang ditinggalkan bisa hidup damai, bahagia murah rezeki," ungkapnya.Menjelang dilakukannya Ceng Beng, dituturkan Bobby, masyarakat Tionghoa terlebih dahulu mendatangi makam keluarga mereka dengan tujuan membersihkan makam agar terlihat bersih dan terang. Setelah makam bersih, mereka melakukan tradisi "Tee Coa" dengan "Ko-Coa," yaitu melempar kertas emas atau perak (Gin Cua/Kim Cua) untuk menandai makam keluarga mereka.Ada banyak cerita berkenaan dengan latar belakang munculnya tradisi Ceng Beng, yang pada intinya mengajarkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dan para leluhur. "Itu karena jasa-jasa mereka amat sangat besar kepada kita, anak-anaknya," kata Bobby. (wr)

Berita Terkait

Seni & Budaya

Buka Lahan dengan Membakar di Suaka Margasatwa Kerumutan, Tiga Orang Jadi Tersangka

Seni & Budaya

Temui Polisi Malaysia, Kapolda Riau Paparkan Gotong Royong Tangani Karhutla

Seni & Budaya

Plh Bupati Inhil Terima Kunjungan Wabup Tanjung Jabung Barat

Seni & Budaya

Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Tangani Karhutla di Siak

Seni & Budaya

Cegah Karhutla Kembali Berkobar, Ekskavator PC200 Buka Akses dan Gali Embung

Seni & Budaya

Pemkab Inhil Normalisasi Parit 600 Meter, Perkuat Sumber Air untuk Penanganan Karhutla