Bupati dan Kapolres Meranti Baku tembak dengan Warga Tionghoa

- Senin, 23 Februari 2015 19:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir022015/1424694257Bupati Meranti dan Kapolres ditembaki warga saat mengikuti tradisi perang air di Kota Selatpanjang, senin (3).JPG): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
MERANTI-Pesisirnews.com - Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan MSi dan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP. Zahwani Pandra Arsyad MSi Senin (23/2/2015) sore, terlibat "baku tembak" dengan warga Tionghoa di Selatpanjang saat mengelilingi "Kota Sagu". Ramainya warga Tionghoa dalam baku tembak tersebut tidak mampu dibendung oleh Bupati dan Kapolres. Tanpa pengawalan yang ketat, Bupati dan Kapolres pun kewalahan menahan gempuran dari warga Tionghoa. Karena, setiap sudut Kota Selatpanjang Bupati dan Kapolres sudah dihadang oleh ribuan warga Tionghoa yang sudah menanti kehadiran mereka berdua. Padahal, ketika Bupati dan Kapolres hendak mengelilingi Kota Selatpanjang, Personil Kepolisiandari Polres Kepulauan Meranti sudah disiagakan. "Itu Bupati dan Kapolres. Ayo tembak mereka," seru salah seorang warga Tionghoa Selatpanjang yang telah menunggu kedatangan mereka.Namun ramainya warga Tionghoa yang mengeksekusi Bupati dan Kapolres, pihak Kepolisian tak kuasa untuk menyelamatkan 2 pimpinan yang berlainan institusi tersebut. Malahan pihak kepolisian yang sudah disiagakan tersebut hanya bisa memandang  dari jauh saat 2 pimpinan tersebut dieksekusi. Baku Tembak antara Bupati dan Kapolres dengan warga Tionghoa bukan perang sungguh-sunguhan. Akan tetapi, mereka ikut serta berperan untuk memeriahkan kegiatan Perayaan Tahun Baru Imlek yang ke 2566.Sedangkan senjata yang digunakan pada perang air tersebut berupa pistol mainan yang diisi air sebagai amunisinya.Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan yang dilaksanakan warga Tionghoa Selatpanjang dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek.Suasana hebohpun dirasakan oleh Bupati dan Kapolres. Pangkat dan jabatan tak menjadi soal, rombongan terlihat larut dalam kegembiraan bersama warga. Suasana itu berlangsung kurang lebih 45 menit dan masyarakatpun tampak senang melihat orang nomor satu di Kabupaten Meranti turut bergembira bersama warga.Bupati Irwan usai kegiatan mengatakan dirinya merasa senang bisa secara langsung ikut  memeriahkan kegiatan tersebut. "Walaupun sudah basah kuyup, tetapi saya mendapat kepuasan tersendiri dari acara ini," ujarnya.Lebih jauh dikatakannya, serangkaian perayaan imlek seperti perang air ini merupakan satu-satunya tradisi perayaan imlek yang hanya dilakukan warga Tionghoa di Selatpanjang."Perang air yang menjadi tradisi warga Tionghoa Selatpanjang ini, bisa kita katakan Go Internasional. Karena Turis dari negara tetangga juga ikut memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek ini," sebutnya.Dari pantauan, tampak warga Tionghoa dari berbagai negara tetangga seperti Singapore, Malaysia, Thailand, Filipina, Hongkong hingga turis Australia. (ndo)


Tag:

Berita Terkait

Seni & Budaya

Lestarikan Adat, Bupati Inhil Buka Festival Seni Budaya Banjar 2025

Seni & Budaya

TorehkanPrestasi Di Ajang Putra Putri Kebudayaan Indonesia, Mohd. Rizki Nur Asri sambangi Penjabat Bupati Inhil

Seni & Budaya

PJ Bupati Inhil Hadiri Kirab Budaya dan Deklarasi Pilkada Damai 2024

Seni & Budaya

Bupati Inhil HM. Wardan Masuk Nominasi Penerima AK PWI Pusat 2023

Seni & Budaya

Kabar Duka, Budayawan Betawi Ridwan Saidi Meninggal Dunia, Berikut Profil Singkatnya

Seni & Budaya

Bupati Inhil HM. Wardan Apresiasi Pagelaran Malam Seni Budaya Banjar