Simpang Kanan, Pesisirnews.com - Terkait orasi yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dan masyarakat Simpang Kanan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Simpang Kanan Bersatu (AMMASKB) Jumat (31/8/2018) kemarin, Camat Simpang Kanan, Azhar S.Pd menanggapi dengan positif.
Usai massa membubarkan diri, Azhar S.Pd saat diwawancarai beberapa awak media mngaku sangat mengapresiasi mahasiswa yang melakukan unjuk rasa.
Pasalnya, lanjut camat, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Simpang Kanan pola pikirnya sudah maju dengan menyampaikan atau mengemukakan pendapat dan aspirasi.
Untuk itu, ia berharap dengan majunya pola pikir masyarakat, kedepannya kecamatan Simpang Kanan bisa lebih maju dan lebih baik lagi.
"Namun masyarakat juga perlu mengetahui soal tentang penyampaian aspirasinya. Saya dituding melakukan pungli terhadap masyarakat soal pengurusan surat tanah dalam program Prona gratis, sedangkan dalam hal itu saya selaku Camat tidak ada melibatkan diri ataupun dilibatkan pihak yang terkait," ungkap Camat Simpang Kanan, Azhar S.Pd kepada Pesisirnews.com, Sabtu (1/9/2018).
Terpisah, ungkapan Camat Simpang Kanan tersebut juga diperkuat oleh pernyataan salah satu Kecamatan Simpang Kanan yakni, Penghulu (Kepala Desa) Bagan Nibung Karmin yang disampaikan oleh Sekretaris desa (Sekdes) Adi Kuswanto bahwa tudingan yang disampaikan para pengunjuk rasa tersebut tidak benar soal terkait aliran dana program Prona.
"Tidak ada aliran dana program Prona ke Camat, setahu saya tidak ada. Dan memang Camat kan tidak ada hubungannya dengan program Prona gratis ini," demikian terang Sekdes Adi Kuswanto kepada awak media. (bim)