Simpang Kanan, Pesisirnews.com - Selelompok mahasiswa dan masyarakat Simpang Kanan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Simpang Kanan Bersatu (AMMASKB) melakukan unjuk rasa ke kantor camat Simpang Kanan, Jumat (31/8/2018) .
Pantauan dilokasi, AMMASKB yang berjumlah ratusan orang ini sebelum melakukan unjuk rasa di depan kantor camat ratusan AMMASKB ini berjalan kaki yang dimulai dari tugu bundaran Simpan Kanan hingga ke kantor camat Simpang Kanan.
Namun, sekitar 2 jam setelah melakukan orasi didepan pintu gerbang kantor camat, rayusan AMMASKB mendesak untuk membuka pintu gerbang dengan tujuan melalukan orasi di halaman kantor camat, dan sempat dilakukan negosiasi antara AMMASKB, dengan camat dan aparat pengamanan (Polri, TNI dan Satpol PP) dan sampai berita ini diturunkan unjuk rasa masih berlangsung dihalaman di kantor camat.
Dalam orasinya, AMMASKB yang disampaikan melalui koordinator umum Azuan Hilmi dan koordinator lapangan Muhammad Nurlatif menyampaikan beberapa hal tuntutan diantaranya,1. Meminta kepada Bupati Rolan Hilir untuk memberikan sanksi administratif kepada camat dan perangkatnya yang terlibat.2.Meminta pihal kepolisian dan kejaksaan untuk menindaklanjuti laporan dugaan pungutan liar 3. Meminta Bupati Rohil untuk mengganti camat karena telah membuat gaduh dan tidak mampu memimpin kecamatan Simpang Kanan 4.Apabila tuntan tidak direspon oleh Bupati Rohil, maka akan bertahan menduduki kantor camat sampai tuntutan dipenuhi.
AMMASKB yang disampaikan melalui Koordinator lapangan Muhammad Nur Latif mengatakan, orasi ini dilakukan dengan dasar laporan masyarakat terkait dugaan pungutan liar yang dilakukan camat dan perangkatnya terhadap pembuatan administrasi kependudukan, Sertifikat tanah/ Prona (Program Agraria Nasional) dan diduga adanya setoran bulanan dari perusahaan yang ada di Simpang Kanan serta tidak adanya transparansi dana bina lingkungan/ CSR/ Tanggung jawab sosial perusahaan dan transparansi pengelolaan dana operasional kegiatan kecamatan serta tidak adanya transparansi pungutan dana untuk pelantikan penghulu se kecamatan.
Nurlatif mengaku, unjuk rasa ini dilakukan juga sebagai bentuk ketidakpuasan mahasiswa dan masyarakat Simpang Kanan terhadap kepemimpinana camat yang tak sepatutnya diluar kewajaran dan kewenamgannya.
"Maka kami mahasiswa dan masyarakat simpang kanan sangat perlu mengambil sikap dan tindakan," kata M Nur Latif. (bim).