Jokowi Buka Program Peremajaan Sawit Rakyat di Bagan Sinembah - Rokan Hilir

- Rabu, 09 Mei 2018 21:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir052018/pesisirnews_Jokowi-Buka-Program-Peremajaan-Sawit-Rakyat-di-Bagan-Sinembah---Rokan-Hilir-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Rohil, Pesisirnews.com - Setelah turun menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI AU di Lapangan Prumnas Bagan Batu Kota Kecamatan Bagan Sinembah, Rabu (9/5/2018 pagi, Presiden bersama rombongan menuju lokasi replanting kelapa sawit untuk meluncurkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Riau.

Seperti diketahui, lokasi replanting tersebut di pusatkan di kebun sawit milik warga Kepenghuluan Pelita Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir.

Dalam suasana yang natural itu, Presiden menyampaikan bahwa peluncuran Program Peremajaan Sawit Rakyat di Riau yang dipusatkan di Bagan Sinembah ini adalah yang ketiga setelah di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 13 Oktober 2017 dan Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada 27 November 2017.

"Untuk Riau ada 25 ribu hektare, kita mulai dari Kabupaten Rokan Hilir ini, " urai Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan bahwa luasan tersebut tersebar di 8 kabupaten, yaitu Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Pelalawan, Kuantan Sengingi, Indragiri Hulu dan Bengkalis.

"Ini kan sudah 30 tahun, sudah telat, seharusnya dari kemaren-kemaren diremajakan," sebut Jokowi mengingatkan.

Dibeberkannya, dalam program ini, pemerintah memberi bantuan 25 juta per hektare. " Untuk apa, untuk numbang, untuk beli bibit, pupuk, perawatan. Tiga tahun lagi kan udah berhasil," bebernya menjelaskan.

Jokowi juga mengatakan bahwa sudah menerima sertifikat tanah tidak perlu lagi khawatir tanahnya bersengketa.

"Sertifikat sudah diterima, yang belum sabar, tahun ini kita akan sipakan 7 juta setanah air, sambil nunggu hasil kan bisa diambil Kredit Usaha Rakyat (KUR, red), buat modal, biar bisa menyambung hidup," ungkapnya di hadapan para petani.

Jokowi juga berharap, Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar segera menyelesaikan sertifikatnya. "Pak Bupati, lurah, kepala desa, camat, bantu BPN, biar cepat tuntas, jangan ada Pungli. Ini prosesnya saya awasi, saya nggak mau seremonial-seremonial saja, siap tanam udah, urusan sertifikat lambat, semua sulit, pulang ini nanti saya pantau terus, jangan main-main," tegasnya.

Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya peremajaan kelapa sawit yang merupakan komoditas strategis bagi Indonesia.

"Total Target PSR seluruh Indonesia di tahun 2018 ini adalah seluas 185.000 ha. Kita harus kerja keras untuk menjadi yang terdepan dalam pengelolaan, termasuk dalam hal peremajaan seperti ini," terang Presiden Jokowi. 

Usai sambutan yang sebelumnya juga diadakan penyerahan batuan uang secara simbolis, penyerahan bibit jagung sebagai tamanan tumpang sari, serta sertifikat Hak Milik, rombongan Presiden langsung menuju lokasi penanaman kelapa sawit di area yang sudah disiapkan bersama rombongan. (rd/bim). 

Berita Terkait

Rohil

Polres Inhil Evakuasi Penemuan Jenazah di Sungai Kubur, Hasil Pemeriksaan Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Rohil

Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu 13,42 Gram di Kecamatan Kempas

Rohil

Sambut HAN 2026, Pesan Menteri Imipas Agus dan KSP Dudung ke Anak Binaan "Masa Depan Kalian Masih Cerah".

Rohil

Green Policing dan Sosialisasi Bahaya Narkoba Digelar di SMPN 02 Tembilahan

Rohil

Persiapan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Mulai Dibahas

Rohil

Grand Final Joged Mande Jadi Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Inhil