Bagan Sinembah, Pesisirnews.com - Beruntung saja pihak dari Pos Polisi Militer Bagan Batu dengan sigap membubarkan aksi massa dari kedua belah pihak yang nyaris saja terjadinya bentrok, siang sekitar pukul 11.00 wib, Rabu (14/3/18).
Kali ini, pihak H Bachid Majid yang mengklaim lahan seluas lebih kurang seluas 10 Ha di jalan Lintas Riau-Sumut KM 1 Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir (Rohil).
Dimana, pasca dipasangnya plank kepemilikan lahan yang di klaim H Bachid Majid melalui kuasa hukum dari kantor Irfan Limposan dan Hendra (ILH) beberapa waktu lalu, pihak Tomy Wistan selaku pembeli lahan dari H Adelan Adnan berencana memasang plang di lokasi tersebut yang akhirnya berujung kericuhan.
Dari pantauan di lokasi, kericuhan itu bermula dari aksi pemasangan plank yang dimotori pemegang kuasa dari H Adelan Adnan, Ryan Saragi yang ditolak pihak H Bachid Majid melalui kuasa Hukumnya, HM Hendra Gunawan SH dari kantor hukum ILH.
Massa dari kedua belah pihak sempat saling dorong-mendorong yang nyaris bentrok di tengah jalan raya hingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas tanpa adanya terlihat anggota kepolisian Lalu Lintas dari Polres Rohil. Beruntung, aksi massa yang nyaris adu fisik langsung dilerai Dan Pos PM Bagan Batu, Serma Risnandar dan Serka Nur Rohman yang berada di lokasi.
Namun akhirnya kedua massa kedua belah pihak pun mulai menarik diri, yang kemudian saat itu juga dari pihak Kepolisian Militer Pos Bagan Batu menghimbau masing-masing kuasa hukum kedua belah pihak mendiskusikan hal tersebut guna mencegah terjadinya tindak anarkis.
Seperti disebutkan pada plank yang dipasang pihak Tomy Wistan, lahan tersebut diklaim berdasarkan jual beli Notaris No c. 442.HT.03.01 TH2001. Tanggal 1 November 2001. Sementara, plank yang dipasang pihak H Bachid Majid melalui kuasa hukumnya mengklaim memiliki Hak Alas Tanah seluas 80.000 meter persegi yang diperoleh peralihan Hak dari H Adelan Adnan, H Ali Adnan, H Hamdani Adnan, dan H Ajrul Adnan pada tahun 2002.
Hingga berita ini diterbitkan, kuasa hukum kedua belah pihak belum bisa dikonfirmasi dan masih berdiskusi yang dilakukan di lantai dua kedai kopi Massa Kok Tong Bahtera Makmur. (rd/bim)