Bagan Batu (Rohil), Pesisirnews.com - Dalam rangka Oktober Bulan Peduli Kanker, pendeteksian dini terhadap kanker serviks dan payudara, ketua TP PKK Provinsi Riau, Sisilita Arsyadjuliandi Rahman berkunjung ke Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Selasa (24/10/17) mendapat keluhan warga karena tidak berfungsinya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Iskandar (45), yang merupakan warga Jl Imam Bonjol Bonjol, RT/01, RW 02 Kepenghuluan (Desa, red) Bagan Batu Barat, Kecamatan, Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir tersebut menyampaikan aspirasinya dengan bentuk surat keluahan.
Ia mengungkapkan kepada wartawan bahwa aksi tersebut dilakukan guna mempertanyakan tentang tidak berfungsinya KKS yang dikeluarkan di era Jokowi/JK sejak sekitar 3 tahun silam.
"Saya sama sekali tidak ada maksud apa-apa tadi (kemarin, red) kecuali hanya ingin mengadukan apa yang kami alami selama ini. Dimana saya mewakili masyarakat pemegang kartu sakti Jokowi itu karena tidak berfungsi seperti yang dijanjikan," cetus Iskandar.
Lebih jauh sebutnya lagi, dirinya mempertanyakan pertamanya ke pemerintah yang dimulai dari Kepenghuluan sampai ke Kecamatan, akan tetapi jawaban dari pemerintah, justru pihak pemerintahan tidak mengetahui kartu tersebut lalu memberi arahan untuk mempertanyakan masalah tersebut ke Bank atau kantor Pos terdekat.
"Setelah itu saya ke Kantor Pos, namun jawaban yang saya dapat dari pihak kantor pos bahwa pihak kantor pos belum mendapatkan kejelasan seputar kartu sakti tersebut, demikian juga halnya dengan dengan Bank yang saat itu didatangi adalah bank Mandiri," ungkap Iskandar pada wartawan.
Akhirnya Iskandar memberanikan dirinya mengadukan perihal tentang KKS tersebut kepada Ketua TP PKK Provinsi Riau pada saat melakukan kunjungan ke Bagan Sinembah, Selasa (24/10). Aspirasi ini dilakukannya agar kedepannya para pemegang kartu sakti Jokowi khususnya KKS ini dapat bermanfaat.
"Memang saat masa SBY dulu yang memiliki kartu BLT itu selalu dapat dan mengambil dana itu ke kantor pos, tapi kenapa dengan kartu KKS ini kita tidak bisa dan bahkan tidak mengetahui fungsinya," demikian beber Iskandar.(rd/bim)