JAKARTA, PESISIRNEWS.COM - Direktur Populi Center Nico Harjanto mengatakan, dalam Pemilihan Kepala Daerah secara serentak pada tahun ini, pertarungan akan berlangsung ketat. Berdasarkan survei, tingkat keinginan masyarakat akan adanya pemimpin baru sangat tinggi. Akan tetapi, menurutnya, tingkat elektabilitas dan tingkat kepopuleran yang tinggi tetap dimiliki oleh pasangan inkumben, Minggu, 6 Desember 2015."Kalau ada pasangan inkumben maju, masyarakat relatif lebih banyak memilih calon yang baru," kata Nico kemarin. Di sisi lain, calon inkumben rata-rata memiliki kualitas di atas calon baru. Sehingga juga akan timbul kecenderungan masyarakat memilih calon dari inkumben. "Mereka realistis bahwa calon baru nggak selevel dengan inkumben. Kecuali kalau calon baru memiliki kapasitas dan kualitas. Buat apa eksperimen pilih calon baru yang kualitasnya jauh di bawah inkumben?" ujar Nico.Lebih lanjut, Nico mengungkapkan bahwa masih sangat mungkin terjadi anomali dalam memilih calon pasangan kepala daerah pada pilkada yang melibatkan 269 daerah tersebut. "Dari 100 persen pemilih, yang die hard, loyal, nggak nyampe sepertiga. Awal, suka A. Tengah, ganti B. Ujung, pilih C," kata Nico.Menurut Nico, sebagian besar pemilih di Indonesia menentukan pilihan di waktu-waktu akhir. Di awal, pemilih hanya akan menentukan preferensi yang belum tentu direalisasikan saat pilkada. "Pada September, tingkat kemantapan baru 60 persen. Oktober, 67 sampai 70 persen. November, 75 persen. Sekarang, hampir 80 persen. Artinya, masih ada pemilih yang akan berubah atau belum menentukan pilihan," tutur Nico.
Ikuti terus perkembangan berita Pemilu 2015, Silahkan Klik DISINI / DISINISumber: Goriau