JAKARTA,PESISIRNEWS.com - Terpilihnya PrabowoSubiantosebagai salah satu kandidat presiden merupakan tanda dariwabah pikun masal.
Pasalnyamasuknya Prabowo sebagai salah satu kandidat menandakan dosa-dosa Prabowo padamasa lalu telah terlupakan.
"Peringatan16 tahun runtuhnya orde Soeharto pada 21 mei 2014 dinodai oleh fenomena pikunnasional yang menjangkit mayoritas publik Indonesia," ujar RobieKholillurahman dalam deklarasi aksi tolak Prabowo di UI Salemba, Jakarta, Jumat(30/5/2014).
Dalamdeklarasi yang diikuti berbagai aliansi di UniversitasIndonesiatersebut, Robie mengatakan kenikmatan kebebasan pasa ordebaru telah memakan korban jiwa yang cukup banyak. Lanjut Robie kebebasantersebut diraih setelah berjuang melawan rezim masa lalu. Orang yang menjadibagian dari masa lalu tersebut adalah Prabowo.
"Prabowomerupakan bagian dari rezim militeristik Soeharto yang mana semua kehidupanberbangsa diatur dengan otoriter, dengan posisi Prabowo sekarang, seakan semuaterlupkan," ujar Robie.
Olehkarena itu Robie mengatakan pihaknya menolak Prabowo sebagai Capres karenadisinyalir memiliki oisa di masa lalu.
Sebelumnya,sejumlah mahasiswa UI dari berbagai aliansi seperti Semar UI, UI LDSC, GardaDepan Sastra UI, HMI Fisip UI, KB UI, dan Iluni UI Jakarta, mendeklarasikanpenolakan terhadap PrabowoSubianto sebagaiCapres. Deklarasi dilakukan di taman kampus UI Salemba Jakarta. TRIBUNNEWS.COM