Pakar Politik Nilai Gibran Bukan Kader Sembarangan di PDI-P

- Kamis, 02 Februari 2023 12:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir022023/_736_Pakar-Politik-Nilai-Gibran-Bukan-Kader-Sembarangan-di-PDI-P.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Gandengan Tangan Gibran dengan Megawati ditafsirkan pakar politik memiliki arti khusus. (Foto via Kompas TV)

SURAKARTA (Pesisirnews.com) - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pada Senin (30/1/2023), menyambut kedatangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang.

Yang menarik, Gibran dan Megawati saling bergandengan tangan, menunjukkan kesan kedekatan di antara keduanya.

Hal itu disampaikan pakar psikologi politik dari Universitas Sebelas Maret Abdul Hakim. Dari peristiwa itu, seolah tersirat pesan bahwa Gibran bukan kader sembarangan di PDI-P.

“Gibran itu dua kali digandeng Bu Mega. Seolah-olah (Bu Mega) ingin memberikan sinyal kepada kader-kadernya bahwa Gibran itu ada di bawah lindungan beliau sehingga tidak boleh diganggu. Pesan kepada publik juga cukup jelas. Gibran menjadi kader yang sangat penting bagi PDI-P,” paparnya, dilansir dari KOMPAS.TV, Rabu.

Hakim melanjutkan, posisi Gibran dinilai penting lantaran merupakan sosok politisi muda paling populer saat ini. Pasalnya, belum ada sosok politisi muda lain di PDI-P yang tingkat popularitasnya melampaui Gibran.

Itu sebabnya, popularitas Gibran diyakini bakal mampu menghasilkan limpahan elektoral dari kalangan pemilih muda untuk PDI-P pada pemilu mendatang.

Di samping itu, gandengan tangan Megawati itu juga bisa dianggap sebagai sinyal bahwa PDI-P akan mendukung Gibran pada pemilu 2024.

“Yang jelas, PDI-P memberikan kepastian akan ada di belakang Gibran. Entah dia mau maju ke Jawa Tengah atau DKI Jakarta. Dan, itu modal politik yang sangat penting. Artinya, Gibran sekarang punya posisi atau daya tawar tinggi di antara partai-partai lain,” katanya.

Sebagai informasi, Gibran belakangan ramai disebut akan maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) pada tahun 2024. Dia disebut bakal akan bertarung dalam pilgub Jawa Tengah atau DKI Jakarta.

[br]

Itu sebabnya, gandengan tangan Megawati pun memunculkan spekulasi mengenai kelanjutan langkah politik Gibran.

Namun, Gibran enggan menjawab isu tersebut. Dia mengaku belum memastikan bagaimana langkah politiknya pada tahun 2024.

Dia hanya menyebut telah memperoleh sejumlah arahan dari Megawati selaku ketua umum partai tempatnya bernaung.

Menurut Gibran, arahan dari Megawati itu juga menyinggung soal politik dan ketertarikan adik Gibran, Kaesang Pangarep, untuk terjun ke dunia politik juga disinggung.

“Sing penting wis ketemu Ibu, uwis (yang penting sudah bertemu Ibu, sudah). Kemarin sudah cukup. Singkat, padat, dan jelas,” kata Gibran yang merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Politik

Tingkatkan Kapasitas Kader, Ketua TP PKK Inhil Dorong Penguatan Kelembagaan dan Public Speaking

Politik

Kesepakatan PDIP Dan PPP Akhirnya Melahirkan Surya Gemilang

Politik

Ahok Angkat Bicara Wacana PDI P Usung Anies Pilgub DKI Jakarta

Politik

Peringati Hari Polwan ke-75, Dewi Juliani Berharap Polwan Tetap Diberikan Kekuatan

Politik

Respon PDIP soal Isu Keretakan Hubungan Jokowi-Megawati, Hasto: Keduanya Tetap Solid

Politik

PPP Berharap PDIP Bergabung dengan Koalisi Besar