Dihantam Opini Negatif, Tak Surutkan PDIP sebagai Partai dengan Dukungan Publik Terbesar

- Senin, 19 Desember 2022 09:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir122022/_5244_Dihantam-Opini-Negatif--Tak-Surutkan-PDIP-sebagai-Partai-dengan--Dukungan-Publik-Terbesar.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam siaran YouTube SMRC TV, Minggu. (Tangkapan layar)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Masif-nya pembentukan opini kurang mengenakkan terhadap PDI Perjuangan (PDIP), namun partai berjargon ‘partainya wong cilik’ ini masih mendapat dukungan terbesar ditengah masyarakat Indonesia.

Hal itu digambarkan dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang dilakukan pada 3-11 Desember 2022, di mana menunjukkan PDIP mendapat dukungan publik terbesar sebanyak 24,1 persen responden jika pemilu diadakan saat ini.

Hasil survei SMRC tersebut dilakukan terhadap 1.220 responden dengan metode penarikan acak bertingkat (multistage random sampling). Responden yang dijadikan sampel adalah warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih atau berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Survei dengan teknik pengumpulan data wawancara tatap muka itu memiliki toleransi atau batas kesalahan (margin of error) sekitar 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Kalau dari partai-partai yang ada, PDI Perjuangan terlihat unggul dalam survei Desember dengan dukungan 24,1 persen," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam siaran YouTube SMRC TV, Minggu.

Deni menambahkan posisi selanjutnya ialah Partai Golkar (9,4 persen), Partai Gerindra (8,9 persen), Partai Demokrat (8,9 persen), PKS (6,2 persen), PKB (6,1 persen), Perindo (4,6 persen), Partai NasDem (3,2 persen), PPP (2,9 persen), dan PAN (1,7 persen).

Dia melanjutkan partai-partai lain memiliki elektabilitas di bawah satu persen dalam survei tersebut.

Deni menggarisbawahi pula bahwa hasil temuan survei itu menunjukkan hanya tujuh partai yang meraih dukungan publik di atas empat persen.

"Temuan survei kami pada Desember ini ada sejumlah partai parlemen yang elektabilitasnya masih di bawah empat persen, sebagai batas psikologis untuk disebut cukup aman melaju ke parlemen," tambahnya.

[br]

Namun, dengan hasil survei itu, setiap partai masih memiliki peluang untuk menaikkan dukungan karena ada sekitar 20,9 persen warga yang saat ini belum menentukan pilihan.

Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad menyebutkan dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019, dukungan kepada PDI Perjuangan naik dari 19.3 persen menjadi 24,1 persen, sedangkan elektabilitas Partai Demokrat relatif stabil atau bahkan cenderung naik dari 7,8 persen menjadi 8,9 persen.

"Sementara partai-partai lain yang ada di parlemen, dukungan publiknya cenderung menurun dibandingkan Pemilu 2019," kata Saidiman.

Sementara itu, partai non-parlemen dengan elektabilitas cukup menonjol di survei SMRC tersebut ialah Perindo dengan perolehan 4,6 persen.

"Partai-partai non-parlemen di luar Perindo itu relatif belum kompetitif, elektabilitasnya masih di bawah satu persen," ujarnya. (PNC/ANT)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Politik

Terbesar di Sumatera, Riau Bhayangkara Run 2025 Bakal Gelar Berbagai Even

Politik

Mahkamah Konstitusi Gagalkan Skenario Pilkada 2024 Melawan Kotak Kosong

Politik

Kesepakatan PDIP Dan PPP Akhirnya Melahirkan Surya Gemilang

Politik

Ahok Angkat Bicara Wacana PDI P Usung Anies Pilgub DKI Jakarta

Politik

Peringati Hari Polwan ke-75, Dewi Juliani Berharap Polwan Tetap Diberikan Kekuatan

Politik

Ekonomi Digital di Kawasan ASEAN Tumbuh Pesat, PSI: Momentum bagi UMKM Kita