Indometer Rilis Hasil Survei Terbaru Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Jokowi

- Senin, 29 Agustus 2022 14:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir082022/_4776_Indometer-Rilis-Hasil-Survei-Terbaru-Tingkat-Kepuasan-Publik-Terhadap-Kinerja-Presiden-Jokowi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Tangkapan layar hasil survei Indometer tentang tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo, Senin (29/8/2022). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

JAKARTA (Pesisirnews.com) - Indometer merilis hasil survei terbaru mengenai tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Jokowi.

Hasilnya menunjukkan publik memberikan apresiasi positif kepada Presiden Joko Widodo atas kinerja pemerintah dalam mengatasi inflasi.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer Leonard menyebutkan sebanyak 80,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja presiden dalam hasil survei yang diterima di Jakarta, Senin.

"Publik puas dengan kinerja Jokowi karena dinilai telah bekerja keras mengatasi inflasi," kataLeonard mengutip Antara, Senin.

Menurut dia, masyarakat Indonesia menyadari situasi saat ini memang sulit; namun, masyarakat melihat pemerintah bekerja mencari solusi.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah bertahan untuk menggelontorkan subsidi yang diuntungkan dengan windfall komoditas di pasar global.

"Tetapi, sinyalemen menunjukkan bahwa kenaikan harga komoditas mulai melandai, yang akan berpengaruh terhadap pemasukan APBN," tambahnya.

Hal itu terbukti dari rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan solar, katanya. DPR menolak adanya kuota tambahan yang berpotensi membuat anggaran subsidi terus membengkak. Pemerintah masih membuat skenario kenaikan harga Pertalite dan solar dengan sejumlah opsi dan menyiapkan bantuan sosial (bansos).

"Kenaikan harga BBM bersubsidi bisa dipastikan akan mengerek laju inflasi dan menuai protes masyarakat," katanya.

Naiknya harga Pertalite, katanya,bisa membuat selisih harga dengan Pertamax, yang merupakan BBM non-subsidi, menjadi lebih kecil. Pemerintah telah mendorong agar masyarakat mengonsumsi BBM dengan oktan tinggi dan lebih ramah lingkungan.

"Pemerintah harus bisa menjelaskan kepada masyarakat mengapa BBM bersubsidi dinaikkan serta apa kompensasi yang bisa didapatkan," imbuhnya.

[br]

Sebagai catatan, terdapat 18,9 persen responden yang menyatakan tidak puas, di antaranya 1,1 persen merasa sangat tidak puas, dan sisanya 0,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei Indometer dilakukan pada 15-20 Agustus 2022 terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi yang dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling).

Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Margin of error survei sekitar 2,98 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Politik

Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Hadiri Pertemuan dengan Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara

Politik

Presiden Joko Widodo Sholat id Di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang

Politik

Permintaan Presiden Jadi Saksi Harus Diputuskan Pengadilan

Politik

Rencana Pemerintah Membagi Konsesi Izin Usaha Pertambangan Kepada Ormas Keagamaan

Politik

Presiden dan Kapolri Kunjungi Riau, Polres Inhil Siaga 3

Politik

1.266 personel TNI POLRI dan Instansi Lain Dikerahkan Pada Titik Kunjungan Presiden Jokowi Ke Riau