JAKARTA (Pesisirnews.com) - Tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai dengan adanya pendaftaran partai politik sebagai peserta pemilu yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak Senin kemarin (1/8/2022).
Berkaca pada pemilu sebelumnya, mencegah adanya politik uang danterbelahnya masyarakat yang mendukung salah satu pasangan presiden merupakan hal yang sangat penting.
"Mencegah politik uang dan polarisasi ini bukan hanya tugas KPU tapi seluruh elemen, misalkan ada Bawaslu yang bisa berkoordinasi dengan Kepolisian jika ada pelanggaran Pemilu," kata Komisioner KPU Yulianto Sudrajat yang dikutip dari Lapsus Pro3 RRI, Kamis (4/8/2022).
"KPU akan selalu membangun kesadaran kepada masyarakat untuk mencegah politik uang dan polarisasi."
Tak hanya itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu juga mengajak agar banyak melakukan silaturahi menjelang Pemilu 2024.
Menurutnya, dengan adanya silahturahim akan menyamakan visi misi sehingga dapat mencegah polarisasi.
"Politik kedepan adalah persatuan, sehingga harus ada silahturahim seluruh anak bangsa," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Komarudin Watubun juga meminta untuk melakukan pencegahan sejak dini.
'"Harus sejak saat ini, jangan sampai nanti 2024 kita baru kebakaran jenggot," jelasnya.
[br]
Respon masyarakat
Menanggapi politik uang dan polarisasi Pemilu 2024, salah satu warga dari Depok, Rita mengatakan pentingnya latar belakang dari setiap calon.
"Kita harus mengetahui dulu bagaimana latar belakang setiap calon peserta pemilu, sehingga tidak tergoda adanya politik uang," ujar Rita.
Hal senada juga disampaikan warga Pasar Minggu, Jakarta, Rudi, pendidikan politik harus sering disosialisasikan oleh lembaga negara.
"Pendidikan politik kepada warga penting, harus sering disosialisasikan," katanya. (PNC/KBRN)