Politisi PDI P Kapita Ampera Sentil Menkopolhukam Mahfud MD Soal Kepulangan Habib Rizieq Shihab

Haikal - Jumat, 06 November 2020 12:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir112020/_2177_Politisi-PDI-P-Kapita-Ampera-Sentil-Menkopolhukam-Mahfud-MD-Soal-Kepulangan-Habib-Rizieq-Shihab-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Habib Rizieq Shihab dan Mahfud MD

JAKARTA,PESISIRNEWS.COM - Politisi PDIP Kapitra Ampera menyentil Menko Polhukam Mahfud MD yang meributkan kepulangan Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya, tidak penting apakah kepulangan HRS itu karena dideportasi atau overstay.

“Yang penting sejuk, aman, tertib, bisa menjadi stabilisator untuk kerukunan dan keguyuban nasional,” ucap Kapitra kepada JPNN.com, Kamis (5/11).

Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab itu menilai bahwa bangsa ini terlalu lama terjebak dalam lubang konflik yang tidak berujung.

Karena itu, diperlukan jiwa besar bagi semua pihak untuk menciptakan kerukunan besar dalam Republik ini.

“Jadi, jangan terus dipertentangkan. Lalu orang mau pulang, lalu ini bilang saya tidak overstay, yang ini bilang dideportasi. Untuk apa? Apa ruginya negara?” tanya Kapitra.

Dia juga menyentil Menko Polhukam Mahfud MD yang membahas kepulangan Habib Rizieq dan menyebut dia pulang karena akan dideportasi.

“Mahfud itu ngomong begitu (untuk) opo sih? Apa ruginya negara dia dideportasi atau tidak overstay? Apa ruginya? Kan enggak ada kerugian negara,” katanya.[br]

Karena itu, politisi asal Padang, Sumatera Barat ini mempertanyakan pernyataan Mahfud.

“Kenapa sih Mahfud kok jadi baperan begitu? Jadi sentimental begitu. Ini kemungkinan Mahfud MD sentimen atau sentimental?” tutur Kapitra.

Kapitra juga mengatakan tidak ada urgensinya membahas apakah Habib Rizieq pulang karena akan dideportasi atau tidak.

“Dia pulang bikin kesejukan tidak, bikin kenyamanan tidak, bikin kerukunan tidak. Itu yang penting.”

“Negara ini kok terjebak dalam politik-politik yang tidak cerdas,” sindirnya.

Kalaupun ada pihak-pihak yang khawatir dengan kepulangan Habib Rizieq, misalnya khawatir ada pelanggaran hukum, itu tinggal diproses secara hukum kalau memang terjadi.

Karena itu, sambungnya, rencana kepulangan Habib Rizieq tidak perlu diributkan apalagi sampai menghabiskan energi.

Bahkan sampai saling jawab dan tuding menuding. Apalagi hal ini melibatkan Menko Polhukam yang merupakan representasi negara.

“Menko Polhukam itu representasi negara. Ngapain (bicara ini)? Kalau dia dideportasi, dia harus pulang, pulang juga,” ujarnya.

Bagi Kapitra, yang menjadi substansi bukan bagaimana cara atau karena apa HRS pulang ke Indonesia.

“Masalahnya sekarang dia pulang, kalau bisa potensi dia dimanfaatkan untuk membangun kerukunan bersama atau membantu memecahkan permasalahan bangsa ini baik secara sosial maupun secara politis.”

“Harusnya kan itu. Bukan soal dia pulang karena apa. iIu kan enggak penting,” tandas Kapitra.

Sumber : pojoksatu.id

Berita Terkait

Politik

Bupati Herman Serahkan SHM Warga Transmigran, UPT Tiram Jaya Disiapkan Menjadi Dusun Mandiri

Politik

Dukung Program Prioritas Kapolri,Polri Bersama Masyarakat,Kapolres Inhil Serahkan Bantuan 3 (Tiga ) Mesin Katinting kepada Nelayan

Politik

Wakil Bupati Yuliantini Hadiri Pelepasan Jenazah H. Andi Rusli, Antarkan Hingga ke Pemakaman di Keritang

Politik

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

Politik

Dua Perempuan Diamankan Polres Inhil, Diduga Edarkan Sabu 0,64 Gram di Pekan Arba

Politik

HUT ke-81 TNI di Inhil, Perkuat Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda