JAKARTA,Pesisirnews.com - Wakil Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno secara terbuka menerima tawaran menjadi salah seorang anggota tim pemenangan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, di Pilkada Medan 2020.
Sandiaga mengemban jabatan sebagai Dewan Pembina di tim sukses (timses) Bobby Nasution-Aulia Rachman.
Waketum Gerindra Habiburokhman mengatakan keputusan Sandi masuk tim Bobby Nasution karena perintah partai. Sandiaga Uno disebut amat menghormati setiap keputusan partai untuknya.
Habiburokhman yang dikepengurusan baru Gerindra menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi periode 2020-2025 mengatakan Sandiaga Uno adalah sosok yang taat pada amanat partai.
"Itu satu bentuk ketaatan kepada keputusan partai. Istilahnya sami'na wa atho'na, kami dengar dan kami patuh apa yang menjadi keputusan," kata Habiburokhman.
"Bang Sandi salah satu pemimpin kami, dan kalau soal putusan organisasi beliau sangat disiplin," tegas Habiburokhman.
[br]
Menanggapi mantan calon wakil presiden (Cawapres) di Pilpres lalu, Sandiaga Uno yang turun jadi Tim Pemenangan Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan, PKS Merasa tidak perlu menurunkan tokoh nasional untuk mendukung peserta pemilu yang diusungnya.
"PKS all out menangkan Aman: Akhyar-Salman, dan tidak perlu menunjuk figur DPP ke Medan. Insyaallah pengurus DPW Sumut, dan DPD PKS Medan siap bekerja all out," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi detik.com, Minggu (20/9/2020).
Diketahui Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi merupakan pesaing dari pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman. Pasangan Akhyar-Salman diusung oleh PKS bersama Partai Demokrat.
Menurut Mardani, DPW PKS Sumatera Utara dan DPD PKS Medan akan bekerja keras untuk memenangkan Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi. Mardani percaya mereka bisa bekerja tanpa campur tangan langsung pengurus pusat.
[br]
"Insyaallah (DPW dan DPD) cukup. Karena PKS sebagai partai kader, memasukkan Salman Alfarisi, kader berpengalaman dan tangguh," ujarnya.
Meski demikian, Mardani menyebut Sandiaga sebagai tokoh nasional yang baik. Dia selalu ingin berkontribusi dan menjadi aset bangsa.
Mardani menyatakan menghormati keputusan Partai Gerindra menugaskan Sandiaga Uno turun di Pilkada Medan.
"Penugasan sebagai ketua tim pemenangan Pilkada, karena penugasan khusus ke Medan, itu hak Gerindra. Apa nggak terlalu lokal sebagai mantan calon wakil presiden?" ujar Mardani seolah tersirat penilaian Sandiaga Uno turun kelas mengurus pertarungan politik lokal.