SOLO, Pesisirnews.com - Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat dipastikan melenggang sebagai kandidat walikota dalam kontestasi Pilkada Kota Solo yang akan digelar pada 9 Desember 2020.
Gibran bahkan sempat digadang-gadang akan melawan ‘kotak kosong’ karena tidak ada kontestan lain yang akan berani berhadapan dengan dirinya.
Seiring dinamika politik Kota Solo, belakangan muncul nama-nama baru yang berani ‘unjuk gigi’ menjadi penantang putra sulung orang nomor satu di republik ini.
[br]
Nama-nama itu yakni, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi dan B.R.M. Suryo Syailendra Soepomo. Keduanya merupakan cucu dari cucu PB XII. Namun keduanya masih belum mendapatkan kendaraan untuk maju sebagai cawali/cawawali Solo.
Teranyar, muncul nama baru yakni Astrid S. Suntani, yang juga ingin berlaga dalam Pilkada Solo.
Perempuan cantik yang pernah bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mendeklarasikan diri ingin menjadi wali Kota Solo periode 2020-2025, pada Minggu (9/8/2020) malam.
Salah satu program yang dikedepankan Astrid adalah ingin menjadikan Solo sebagai pusat etika timur untuk dunia. Astrid pun menyatakan siap bila harus berhadapan dengan Gibran.
"Saya sangat siap (menghadapi Gibran-red). Sebetulnya langkah saya ingin maju di Pilkada Solo ini kan ingin menjaga martabat dari Presiden kita, Bapak Jokowi. Saya sering baca melihat di Youtube, Google dan media lain, putra Pak Presiden ini tidak dapat lawan. Saya ingin menjadikan semua warga Solo dan umat manusia hidup saling menghormati, menghargai. Tak ada saling fitnah dan membuli," ujar dia saat ditemui solopos.com di Hotel Lorin Solo di Colomadu Karanganyar, Senin (10/8/2020).
Dia menilai setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk meramaikan bursa Pilkada Solo.
"Pak Presiden kan welcome dalam hal ini. Makanya saya ingin menjaga martabat dari Pak Presiden. Daripada kita mem-bully kan lebih baik mencalonkan diri. Agar putra Pak Jokowi tidak melawan kotak kosong. Selain itu langkah saya maju juga untuk menjaga marwah demokrasi di Indonesia," urai dia.
Astrid kini gencar menggalang dukungan dari partai politik, salah satunya melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sumber : solopos.com