MALANG, Pesisirnews.com - Muhammad Sanusi, Bupati Malang, kini sedang menjadi sorotan masyarakat. Penyebabnya, beredar video acara deklarasi tim kampanyenya di Pilkada 2020 memperlihatkan mereka asik menggelar dangdutan, padahal suasana pandemi Covid-19 masih berlangsung.
Dilansir kumparan.com, Senin (10/8/2020), deklarasi itu dilaksanakan di Rumah Makan Bojana Puri Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Rabu (5/7/2020) malam.
Muhammad Sanusi merupakan calon petahana. Ia bersama wakilnya Didik maju di Pemilihan Bupati Malang pada 9 Desember mendatang.
Acara dangdutan itu langsung dikecam banyak warga karena digelar di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, dari foto yang beredar, nampak acara deklarasi itu cukup mewah.
Padahal, sejak pandemi COVID-19, masyarakat tidak diizinkan menyelenggarakan pernikahan. Salah seorang warga bernama Shandra Pratika memberikan komentar cukup pedas terhadap acara itu.
"Seng penting sek iso nyanyi bupatine (yang penting masih bisa menyanyi bupatinya)," tulisnya sambil diikuti stiker menari.
[br]
Atas viralnya Bupati Sanusi yang menggelar acara ditengah pandemi, Satgas Covid-19 RI memberikan tegurah karena dinilai telah membahayakan masyarakat.
"Mohon agar tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang dapat mengakibatkan penularan Covid-19. Ini teguran," kata jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.
Menurut Wiku, acara tersebut berpotensi menjadi klaster baru. Seharusnya, Sanusi yang juga merupakan Ketua Satgas Covid-19 tingkat kabupaten harus memberikan contoh yang baik.
"Yang bersangkutan belum paham betul akan akibatnya," ucap Wiku.
[br]
Selain mendapat kritik dari warga, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Malang, Dr Wahyu Winarjo, menyayangkan acara tersebut.
Menurutnya, sebagai seorang bupati, Sanusi harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
"Rakyat akan selalu meminta agar pemerintah senantiasa menjadi suri tauladan atas aturan yang digulirkan," kata Wahyu.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM ini juga menuturkan, akan ada pembangkang dari masyarakat jika pemerintah tidak bisa menjadi suri teladan.
Setelah mendapat banyak kritikan, Sanusi buka suara. Ia membantah jika dirinya menggelar acara dangdutan.
"Gak ada dangdutan. Cuma yang terakhir itu cuma nyobak aja," kata Sanusi.
Ia berdalih dirinya kala itu sedang mencoba memainkan alat musik. Selain itu, tidak ada massa dalam deklarasi itu.
"Kemarin itu tidak ada massa juga. Electone kalau tidak ada pengunjungnya ya gak apa-apa," tutur dia.
Video acara deklarasi tim kampanye Bupati Malang di Pilkada 2020 dapat dilihat ditautan ini:https://www.youtube.com/watch?v=tegNmgWl8s8
Sumber : kumparan.com