Jakarta Pesisirnews.com - Kata Islam Radikal Ketua DPP PPPSyaifullah Tamliha meminta agar Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi,yangdilekatkan pada kelompok Islam tertentu. Menurutnya, istilah lain selain IslamRadikal diperlukan agar hubungan antara pemerintah dan ormas Islam ke depannyatetap terjalin dengan baik.dilansir saricnnindonesia-ganti
BACA JUGA :Gubernur-DKI-Jakarta-Anies-Baswedan-Membatalkan-Prenghargaan-Adikarya-Wisata-2019-Untuk-Diskotek-1001
Hal itu ia sampaikan untukmerespons Hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V PPP yang meminta agarJokowi menjaga hubungan baik dengan ulama dan umat Islam, termasuk ormas.
BACA JUGA :Penemuat-Mayat-Mengapung-Di-Perairan-Tembilahan-Ini-Kronologinya-
"Istilah lain yang lebihsantun dengan istilah 'ekstrem kanan' sebagai sebuah istilah yang pernahdigunakan oleh presiden Sukarno dan Soeharto," kata Tamliha Senin (16/12).
Lebih lanjut, Tamliha menilaihubungan Presiden Jokowi selama ini dengan umat Islam di Indllonesia sendirisudah terjalin dengan baik.
Meski demikian, Ia tidak bisamenafikkan masih ada beberapa kelompok Islam tertentu yang tidak memberikansambutan positif terhadap Jokowi saat Pilpres berlangsung sampai saat ini.
Melihat persoalan itu, Tamlihamenyatakan sudah sepatutnya pihaknya sebagai partai berbasis agama memintakepada Jokowi untuk memperbaiki hubungan tersebut. Hal itu bertujuan agarpelbagai program yang dirancang pemerintah dapat berjalan baik dan dinikmatioleh seluruh masyarakat.
"Agar visi, misi dan programPresiden bisa berjalan dengan baik dan sukses," kata dia.
Isu radikalisme dalam agamamenjadi perhatian serius pemerintah. Teranyar,Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi membawa isupenangkalan radikalisme di Indonesia ke Sidang Badan Eksekutif KonferensiMenteri Agama, Wakaf, dan Urusan Islam. Forum internasional itu digelar diAmman, Yordania pada Kamis (12/12).
Zainut mengatakan dunia Islammenghadapi tantangan besar dari internal dan eksternal. Dia menyebut beberapatantangan yaitu ancaman ekstremisme dan terorisme, serta fenomena Islamofobia.
[MGID]
"Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat serius dalam upayapenanggulangan ancaman radikalisme dan ekstremisme serta komitmen meneguhkanmoderasi beragama," kata Zainut dalam keterangan tertulis pada Jumat(13/12).